Mengenal Rumah Sakit Wakaf Pertama di Indonesia: RS Mata Achmad Wardi

Rumah Sakit Mata Achmad Wardi (RSAW) di Serang, Banten. (Foto: Badan Wakaf Indonesia)

JAKARTA, KBKNews.id – Dompet Dhuafa mengelola Rumah Sakit Mata Achmad Wardi (RSAW) di Serang, Banten. RSAW merupakan rumah sakit wakaf pertama di Indonesia bahkan dunia.

RSAW mulai beroperasi pada 2018, berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,2 hektare yang diamanahkan oleh almarhum KH Achmad Wardi, tokoh ulama kharismatik Banten. Awalnya, tanah ini dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI), kemudian diserahkan kepada Dompet Dhuafa untuk dioptimalkan sebagai pusat kesehatan masyarakat.

Sebelum dibangun rumah sakit, ada bangunan untuk sekolah sejak tahun 1917 yang tidak terawat dan banyak kelelawar. Relawan Dompet Dhuafa bekerja keras untuk mentransformasi tanah dan bangunan itu menjadi rumah sakit yang jadi rujukan masyarakat.

Seperti dirangkum KBKNews.id, Kamis (22/5/2025), RS ini sejatinya akan digunakan untuk Rumah Sakit Ibu dan Anak. Namun, Dompet Dhuafa mengubah strategi bisnisnya menjadi menjadi Rumah Sakit Khusus Mata. Bahkan, Rumah Sakit Mata Achmad Wardi pun resmi beroperasi dan menjadi satu-satunya rumah sakit khusus mata di Provinsi Banten.

Rumah sakit ini mempunyai Izin Operasional berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang nomor 027/11678/Dinkes 2017 tentang Pemberian Izin Operasional Rumah Sakit tertanggal 28 Desember 2017.

RS Mata Achmad Wardi kini telah memiliki Katarak Center sebagai pusat pelayanan pengobatan dan perawatan katarak sejak tahun 2018.

Cerita Ratu Kelelawar di RS Mata Achmad Wardi

“Ratu Kelelawar” menjadi sorotan dalam pembangunan RS Mata Achmad Wardi . Saat relawan babat alas, kawasan tersebut dikelilingi ilalang setinggi dua kali tubuh manusia. Tak hanya itu, bangunan tua juga ada di lahan itu dipenuhi oleh kelelawar. Relawan Dompet Dhuafa harus mengusir kelelawar dari sarangnya itu.

Pengusiran kelelawar membutuhkan waktu hingga tiga bulan lamanya. Masalah baru muncul, usia kelelawar yang diusir malah bersarang di rumah warga di sekitarnya. Tak berapa lama terungkap fakta bahwa kelelawar tidak bisa jauh dari “Ratu Kelelawar”. Beruntung, Ratu Kelelawar segera ditemukan hingga koloni kelelawar berhasil dihalau.

RS Mata Achmad Wardi menjadi menjadi rumah sakit rujukan mata yang lengkap. RS ini menjadi tempat pendidikan sekaligus praktik para mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan para dokter spesialis mata di seluruh Indonesia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here