Rusia gunakan ratusan drone serang Ukraina

Drone serang MQ-9 Reaper buatan AS. Penggunaan drone dalam perang Rusia - Ukraina makin masif (foto-ga-asi.com

RUSIA meluncurkan serangan drone terbanyak ke Ukraina sejak invasi besar-besaran pada Februari 2022. Militer Ukraina melaporkan, 355 drone diluncurkan dalam semalam, pada Senin (26/5/2025) dini hari waktu setempat.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yuriy Ignat, mengonfirmasi kepada AFP bahwa semua drone tersebut merupakan tipe Shahed buatan Iran, termasuk beberapa yang digunakan sebagai umpan.

“Ini adalah serangan drone terbanyak sejak invasi dimulai,” kata Ignat. Serangan ini terjadi sehari setelah rentetan serangan akhir pekan yang digambarkan otoritas Kyiv sebagai “teror”.

Meski belum ada laporan korban jiwa dari serangan drone tersebut, otoritas Ukraina mencatat korban akibat serangan terpisah yang dilakukan Rusia dalam 24 jam terakhir.

Di wilayah Sumy, Ukraina timur laut, seorang warga sipil tewas akibat penembakan artileri Rusia. Wilayah ini telah menjadi sasaran gempuran bertubi-tubi selama beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, di Kyiv, sirene peringatan udara meraung selama enam jam penuh. Pemerintah kota menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian besar drone yang masuk.

Di wilayah Khmelnytsky, Ukraina barat, 18 bangunan tempat tinggal rusak akibat hantaman drone. Di wilayah Odessa, Ukraina selatan, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dilaporkan terluka.

Menurut catatan, drone Shahed asal Iran digunakan secara masif oleh Rusia yang juga memodifikasi dan memproduksinya di bawah nama Geran-2 dengan kemampuan lebih baik.

Kehadiran drone serang mulai diperhitungkan dan digunaan secara masif dalam konflik antara dua negara sempalan Soviet: Armenia dan Azerbaijan terkait sengketa wilayah kantong Nagorno Karabakh.

Drone serang Azerbaijan buatan Turki: Bayrakhtar-2 dan Anka-4 serta dron kamikaze Harops Israel berhasil menghantam situs-situs rudal, tank dan markas pasukan Armenia sehingga berkontribusi besar memenangi perang.

Digunakan terbatas

Drone semula digunakan secata terbatas misalnya dalam operasi intelijen untuk menyasar tokoh-tokoh lawan, misalnya drone AS MQ-9 Reaper yang menewaskan panglima Pasukan Garda Revolusi Iran Jenderal Qasem Soleimani  di dekat Bandara Baghdad, Irak 1 Jan. 2020.

Israel juga menggunakan drone drone AS a.l untuk membunuh Wakil Pemimpin Hamas Saleh al-Arouri di Beirut (2 Jan. ’24) dan   pejabat Hamas Samer al-Hajj di kam pengungsi Palestina Ain al-Hilweh 10 Agustus, ‘’24.

Drone sebagai senjata serang terus dikembangkan sehingga jangkauannya makin jauh, dapat terbang lebih tinggi, ukurannya makin kecl dan mampu menggembol ragam bom, roket dan rudal.

Dalam perkembangannya kemudian, drone dilawan senjata anti drone seperti rudal-rudal panggul , sinar laser atau peralatan yang mengacak sistem kendalinya.

Sebaliknya, sistem perahanan diri drone juga terus berkembang, a.l. dengan segera mengubah sistem kendali atau rekuensinya  sehingga tidak terendus incaran lawan.

Teknologi drone yang lebih murah dan mudah mengoperasikannya terus berkembang, sehingga dalam beberapa dekade mendatang, tidak mustahil, drone  bakal  menggantikan peran pesawat tempur seluruhnya.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here