Konflik Iran vs Israel makin seru

Satu dua rudal balistik Iran lolos dari cegatan sistem pertahaan rudal Iron Dome, Israel, bahkan ada yang jatuh dan membuat kerusakan di Tel Aviv (14/6). (Video: Reuters)

KONFLIK militer antara dua seteru bebuyutan di Timur Tengah: Iran dan Israel terus berlanjut setelah Israel melancarkan serangan rudal ke sekitar 100 lokasi termasuk ke tiga pusat nuklir Iran, Jumat (13/6).

“Serangan akan berlangsung beberapa hari sesuai kebutuhan, “ kata PM Israel Benjamin Netanyahu seperti dikutip AFP, Sabtu (14/6).

Israel berdalih, serangan dilancarkan karena berdasarkan laporan intelijen, Iran dianggap sudah mencapai kemajuan “absolut” dalam pengembangan fasilitas nuklir sehingga mengancam negerinya.

Iran langsung meresponsnya dengan melancarkan serangan dengan seratusan rudal balistik ke sejumlah wilayah termasuk Tel Aviv dan dilaporkan merusak Mabes  AB Israel (IDF).

Sistem pertahanan udara Iran mengeklaim telah menembak jatuh tiga unit jet tempur F-35 Israel, menurut laporan kantor berita Pemerintah Iran, IRNA, Sabtu (14/6).

Anadolu mengutip laporan IRNA menyebutkan, pilot jet tempur tercanggih di kelasnya itu melontarkan diri dan pasukan komando tentara Iran menangkap pilot tersebut.

Akan tetapi, juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Avichay Adraee membantah laporan itu di X dan menyebutnya kebohongan.

Sedangkan Bulan Sabit Merah yang dikutip AFP menyebutkan, serangan Israel dimulai Jumat dini hari waktu setempat, bertepatan dengan hari istirahat dan ibadah di Iran.

Target utama Israel adalah fasilitas nuklir bawah tanah Natanz (225 km selatan Teheran) yang telah beberapa kali jadi target Israel, juga situs Fordo dan Isfahan, dekat kota Qom dan situs 340 arah selatan Teheran.

Menurut laporan televisi Pemerintah Iran, situs lain seperti Fordo  dan Isfahan juga terdampak, meski kerusakannya disebut terbatas.

Target serangan Israel mencakup sistem pertahanan udara, situs nuklir, serta sejumlah pejabat tinggi militer Iran.

Serangan susulan

Israel, Minggu (15/6) kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah target strategis di Teheran, termasuk mabes r Kemhan Iran.

Sejumlah petinggi Iran dilaporkan KB Tasnim, tewas akibat serangan Israel a.l. Panglima Garda Revolusi (IRGC) Jenderal Hossein Salami, Kastaf AB Iran Jenderal  Moh. Bagheri, pimpinan Mabes AB Iran Jenderal Gholam Ali Rasyid dan pakar nuklir Moh Mehdi Tecranchi dan Fereydoun Abbasi.

Sementara Dubes Iran untuk PBB Amir Saeid menyebutkan, sedikitnya 78 orang tewas dan 320  lainnya luka-luka dalam gelombang serangan I yang berlanjut ke  Propinsi Azerbaijan Timur, menewaskan delapan lainnya.

Jubir militer Israel menyatakan, lebih dari 200 target telah dihantam, termasuk fasilitas nuklir dan pangkalan udara, namun Penasihat Keamanan Nasional Netanyahu, Tzachi Hanegbi menegaskan, tidak ada rencana untuk membunuh Khamenei atau para pemimpin politik Iran.

Iran merespons cepat dengan meluncurkan seratusan rudal ke wilayah Israel. Garda Revolusi Iran menyebut serangan ini sebagai “deklarasi perang.”

Israel menyatakan, sebagian besar dari sekitar 100 drone Iran berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udaranya, namun, Sabtu dini hari, Iran kembali melancarkan gelombang serangan berikutnya.

Militer Israel melaporkan aktivasi sirene peringatan serangan udara dan keberhasilan beberapa misi pencegatan oleh angkatan udaranya.

Tim penyelamat Israel menyebutkan, 21 orang luka akibat serangan roket di wilayah pesisir, serta 34 orang terluka di kawasan Gush Dan dan seorang perempuan dilaporkan meninggal karena luka serius.

Trump sudah diberitahu

Presiden AS, Serikat Donald Trump mengaku telah diberitahu sebelumnya oleh Israel mengenai operasi militer itu, namun ia menegaskan, Washington tidak ikut terlibat secara langsung.

Trump mengingatkan Teheran, serangan berikutnya akan lebih brutal jika Iran tidak segera menghentikan program nuklirnya. “Lebih baik buat kesepakatan sekarang sebelum segalanya terlambat,” ujarnya.

Teheran diketahui telah memperkaya uranium hingga tingkat 60 persen—jauh di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 yang kini nyaris tak berlaku.

Namun angka itu masih di bawah tingkat 90 persen yang diperlukan untuk memproduksi hulu ledak nuklir. Putaran pembicaraan nuklir Iran dan AS yang semula dijadwalkan digelar, di Oman Minggu ini kemungkinan besar batal.

Sementara itu,  Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman atau Pangeran MBS, menyebut Israel berupaya memperdalam konflik dengan Iran demi memancing keterlibatan militer AS dalam perang.

Tuduhan itu disampaikan MBS dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Sabtu (15/6).

“Riyadh yakin bahwa rezim Israel sedang berusaha memperluas konflik demi menyeret AS ke dalam perang,” katanya, dikutip dari media Pemerintah Iran, IRNA, Sabtu (14/6).

Sedangkan Presiden Iran Pezeshkian menyatakan, sejak awal masa jabatannya, ia berupaya memperkokoh perdamaian dan stabilitas kawasan, namun, Israel kerap menyabot upaya tersebut.

“Setiap kali kami mendekati tujuan perdamaian, Israel selalu mencoba merusaknya,” ucap Pezeshkian. Ia juga menyatakan harapan agar Iran dan Arab Saudi dapat menjalin kerja sama yang erat demi menciptakan perdamaia di kawasan.

Dalam pernyataannya, Israel menyebutkan bahwa serangan terjadi sekitar pukul 02.40 waktu setempat. Mereka mengeklaim menghantam fasilitas proyek senjata nuklir Iran.

“Teheran sedang terbakar,” tulis Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melalui media sosial, dikutip dari Associated Press.

Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa atau kerusakan di Iran akibat serangan Israel. Namun, Iran menyebutkan, sasaran Israel meliputi fasilitas penting pertahanan dan situ failitas nuklir.

IRGC menegaskan bahwa mereka membalas serangan dengan menargetkan fasilitas produksi bahan bakar jet tempur Israel, meski klaim ini belum diakui secara terbuka oleh pihak Israel.

“Instalasi yang memproduksi bahan bakar untuk jet tempur dan pusat pasokan energi rezim (Israel) telah dihantam oleh drone dan rudal,” demikian pernyataan resmi Garda Revolusi Iran pada Minggu dini hari.

Di tengah serangan yang terus berlangsung, rencana perundingan antara AS  dan Iran terkait program nuklir Teheran dibatalkan.

Situasi ini menambah kekhawatiran int’l  mengenai potensi eskalasi konflik. Kabinet keamanan Israel dilaporkan menggelar rapat darurat setelah serangan rudal terbaru dari Iran mengguncang wilayahnya.

Belum akan berakhir

Serangan balasan dari Iran disinyalir belum akan berakhir, dan Garda Revolusi menegaskan, operasi militer akan terus dilanjutkan jika kejahatan dan serangan terhadap Iran terus dilakukan.

Komunitas internasional menyerukan penahanan diri untuk mencegah perang terbuka yang berisiko mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah.

Putera Mahakota Iran Moh. Reza Pahlevi menyalahkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei atas serangan Israel tersebut dan menganggap, pemerintah Iran saat ini lemah dan sangat mungkin terpecah.

“Pemerintah Iran bisa saja jatuh. Seperti yang telah saya katakan, Iran adalah milik kalian dan kalian harus merebutnya kembali. Saya bersama kalian. Tetaplah solid dan kita akan menang,” kata dia, dikutip dari France24.

Reza Pahlavi adalah putra mahkota dalam monarki pro-Barat Iran yang runtuh pada 1979 melalui sebuah revolusi massa yang membuat negara itu mendeklarasikan republik Islam.

Pria kelahiran 31 Oktober 1960 itu menjadi pewaris mendiang Mohammad Reza Shah dan Farah Pahlavi dan  secara resmi diangkat menjadi Putra Mahkota Iran pada 1967 tepat saat penobatan ayahnya.

Trump kontak PutinTop of Form

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mendapat telepon dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pembicaraan itu, kata Trump, dirin  dan Putin sepakat perang Israel dan Iran harus diakhiri.
Dilansir kantor berita AFP, Minggu (15/6), mulanya Trump mengatakan Putin meneleponnya untuk mengucapkan selamat HUT, lalu mereka membahas perang Israel vs Iran.

Donald Trump mengatakan dirinya dan Putin telah sepakat perang antara Iran dan Israel harus diakhiri. Trump, katanya, juga telah menjelaskan kepada Putin bahwa perang Israel dan Iran memang harus diakhiri.

“Seperti saya, ia berfikir, perang Israel vs Iran harus diakhiri, dan saya sudah menjelaskan bahwa perangnya (di Ukraina-red) juga harus diakhiri,” kata Trump di Truth Social, merujuk pada invasi Rusia ke Ukraina.

Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Iran. Dilaporkan serangan terbaru Israel dipusatkan di Kota Bandar Abbas, di Iran Selatan.

Dilansir Al Jazeera, Israel menyerang kota Bandar Abbas, Iran, Minggu  waktu setempat. Sistem pertahanan udara berusaha mencegat rudal  Israel di langit kota bandar itu.

Terlihat juga tembakan pertahanan udara di langit Teheran saat rudal Israel menargetkan ibu kota.

Perang antara dua kekuatan raksasa di Timur Tengah ini, jika tidak segera dihentikan bakal mengganggu stabilitas dan perekonomian dunia, apalagai jika lebih bayak negara terseret.  (AFP/Al-Jazeera/IRNA/Anadolu/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here