Petik Panen, Rangkai Harapan: Wisata Wakaf Produktif di Green Lido

SUKABUMI, KBKNews.id – Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf (LPIW) menggelar kegiatan wisata panen bertajuk “Petik Cerita, Rangkai Manfaat” di kawasan wakaf produktif Pesantren Tahfidz Green Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/4/2025).

Kegiatan ini melibatkan para donatur, santri, dan pengelola sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban atas amanah wakaf yang telah disalurkan melalui Dompet Dhuafa.

Dalam kesempatan ini, para peserta diajak untuk langsung terlibat dalam panen komoditas unggulan seperti buncis kenya, tomat, dan daun bawang. Mereka juga mengikuti sesi penyusunan buket sayur, serta berbincang santai mengenai proses budi daya dan pemanfaatan hasil panen.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk menunjukkan bahwa wakaf yang dikelola Dompet Dhuafa secara produktif benar-benar memberikan manfaat nyata. Di sini ada masjid, lahan pertanian produktif, dan tentu saja santri yang menjadi penerima manfaat secara langsung,” ujar Ali Bastoni, General Manager Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf (LPIW) menggelar kegiatan wisata panen bertajuk “Petik Cerita, Rangkai Manfaat” di kawasan wakaf produktif Pesantren Tahfidz Green Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/4/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

Kegiatan ini diperlukan sebagai upaya kontribusi dalam menciptakan sumber pemasukan dan pendapatan bagi pesantren. Dengan melibatkan para donatur dalam proses panen, para donatur dapat merasakan langsung manfaat nyata dari program wakaf yang dijalankan.

Lahan pertanian Pesantren Tahfidz Green Lido sendiri telah memasuki masa panen keempat untuk komoditas buncis kenya, dengan hasil yang cukup signifikan. Budi daya dilakukan secara konvensional dan memanfaatkan kearifan lokal, dengan masa panen berkisar antara 40 hingga 50 hari.

Bagi Purwanti, salah satu peserta wisata panen, kegiatan hari itu terasa luar biasa menyenangkan dan penuh pengalaman baru. Ini menjadi kali pertama dia terlibat langsung.

Hal yang paling berkesan adalah saat ia berkesempatan memetik tomat langsung dari kebun, ia juga memetik buncis, meskipun sebelumnya belum pernah melihat pohonnya secara langsung.

“Kalau saya itu merasa bahwa Dompet Dhuafa sudah benar-benar menyalurkannya dengan amanah yang diemban dan ada bukti fisik dan ada kebermanfaatan buat masyarakat,” ungkapnya.

Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf (LPIW) menggelar kegiatan wisata panen bertajuk “Petik Cerita, Rangkai Manfaat” di kawasan wakaf produktif Pesantren Tahfidz Green Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/4/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

Selain memberikan pengalaman langsung, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi para donatur untuk memahami siklus pengelolaan pertanian wakaf produktif.

Beberapa hasil panen, seperti melon dan tomat, telah dipasarkan ke penyuplai ( supplier ) lokal dan disiapkan untuk pasar ekspor, termasuk ke Singapura melalui Karya Masyarakat Mandiri, Dompet Dhuafa.

Alhamdulillah, hingga saat ini program budi daya buncis kenya telah memasuki dua periode tanam dengan harapan ke depan panen bisa menghasilkan hingga 1,2 ton.

Budi daya buncis Kenya menjadi salah satu fokus utama, dimulai dari tahap persiapan lahan seperti pembuatan dan pelestarian bedengan, pemupukan dasar, hingga penutupan dengan plastik.

Setelah dilakukan penanaman benih, disarankan pemupukan tambahan pada hari ke-10 untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Selain buncis, pesantren juga membudidayakan melon dan tomat secara hidroponik. Tomat diperkirakan siap panen dalam 20 hari ke depan setelah masa tanam sekitar 40–45 hari.

Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf (LPIW) menggelar kegiatan wisata panen bertajuk “Petik Cerita, Rangkai Manfaat” di kawasan wakaf produktif Pesantren Tahfidz Green Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/4/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

Untuk jenis sayur lain seperti sawi dan bawang daun, dilakukan dengan sistem tumpang sari guna mengoptimalkan lahan. Hasilnya bisa dipanen dalam waktu sekitar 25 hari.

Upaya ini diharapkan memberikan pendapatan tambahan bagi para petani, baik berupa penghasilan rutin maupun pasif. Hasil panen seperti caisim juga menunjukkan kualitas yang baik dan membuka peluang perluasan lahan serta diversifikasi tanaman di masa depan.

Para peserta, termasuk pegiat sosial, Assyifa Zahra menyambut kegiatan ini dengan antusias. jujur ​​senang banget karena berarti dana dari teman-teman donatur itu ditolak dengan baik karena sudah ada hasilnya di sini, tadi juga semoga berbincang bagaimana pengelolaan tentang buncis,” ungkap Assyifa.

Melalui program ini, Dompet Dhuafa berharap kawasan wakaf produktif di Pesantren Tahfidz Green Lido dapat terus tumbuh dan memberi manfaat berkelanjutan bagi santri, wakif, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan seperti ini juga menjadi bukti bahwa wakaf tidak hanya tentang ibadah jariyah, tetapi juga solusi nyata untuk pemberdayaan dan ketahanan ekonomi di Indonesia.

Mari wujudkan pemberdayaan wakaf produktif yang lebih masif dan membantu siswa dan siswi Pesantren Tahfidz Green Lido untuk mempersiapkan pendidikan yang maksimal di https://digital.dompetdhuafa.org/wakaf/asramaetahfidz.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here