JAKARTA, KBKNews.id – Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa rumah sakit di Jalur Gaza hanya memiliki persediaan bahan bakar untuk tiga hari ke depan. Kondisi ini berpotensi membahayakan ribuan nyawa warga yang membutuhkan perawatan medis.
“Saat ini, pasokan bahan bakar di rumah sakit hanya cukup untuk tiga hari … Blokade terhadap pasokan bahan bakar untuk rumah sakit akan menghentikan operasi mereka yang menggunakan generator listrik,” ujar pernyataan tersebut, Minggu (4/5/2025), dilansir dari Sputnik-OANA
Sejak Israel kembali melancarkan serangan di Gaza pada 18 Maret lalu, tercatat lebih dari 2.400 korban jiwa dan lebih dari 6.400 orang mengalami luka-luka, menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza.
Sebelumnya, pada akhir April, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa hanya 20 dari total 38 rumah sakit di Gaza yang masih dapat beroperasi, itu pun secara terbatas.
Ia menekankan bahwa penutupan akses masuk ke wilayah Gaza semakin memperparah kondisi layanan kesehatan dan memperbesar krisis kemanusiaan yang terjadi.
Pada 18 Maret, pasukan Israel kembali melancarkan serangan ke Jalur Gaza setelah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menolak usulan Amerika Serikat untuk memperpanjang masa gencatan senjata yang telah berakhir pada 1 Maret.
Israel juga menghentikan pasokan listrik ke pabrik pengolahan air laut di Gaza serta menutup jalur masuk bagi truk-truk bantuan kemanusiaan.




