
JAKARTA, KBKNews.id – Konflik bersenjata antara Iran dan Israel telah memasuki hari keenam pada Rabu (18/6/2025). Ketegangan ini dipicu oleh serangan mendadak Israel pada Jumat dini hari (13/6), yang meluncurkan rudal ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir di Iran.
Aksi saling serang tersebut menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil dan ekonomi kedua negara, serta menimbulkan ratusan korban jiwa dan luka-luka.
Berikut adalah perkembangan terbaru dari situasi di lapangan:
1. Aktivitas Warga Iran Masih Berjalan Normal
Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan bahwa masyarakat Iran tetap menjalankan aktivitas harian seperti biasa. Sekolah dan lembaga pendidikan tetap tutup karena sedang memasuki libur musim panas, bukan akibat perang.
Fasilitas listrik dan komunikasi juga masih berfungsi normal dan belum ada laporan pengungsian warga secara besar-besaran.
2. Serangan Menghantam Infrastruktur Vital
Israel menyerang berbagai sasaran strategis di Iran, termasuk kompleks perumahan, kantor pemerintahan, sistem pertahanan, transportasi, dan fasilitas nuklir. Target serangan mencakup fasilitas nuklir Natanz, bandara di Tabriz, serta instalasi militer IRGC di Kermanshah.
Stasiun televisi nasional IRIB juga sempat menjadi sasaran, dengan siaran langsung terganggu akibat hantaman rudal. Meski demikian, siaran kembali normal dalam hitungan menit. Salah satu penyiar bahkan tetap tenang saat studio tempatnya bekerja bergetar karena serangan.
Di sisi lain, media Israel Ha’aretz melaporkan bahwa perusahaan minyak Bazan di Pelabuhan Haifa menutup seluruh operasinya akibat terkena serangan rudal dari Iran.
3. Korban Jiwa Terus Bertambah
Iran melaporkan lebih dari 220 orang tewas dan lebih dari 1.800 lainnya luka-luka akibat serangan Israel. Sementara itu, Israel menyatakan bahwa lebih dari 20 orang warganya meninggal dan lebih dari 600 lainnya terluka akibat serangan balasan Iran.
4. Evakuasi Warga Asing Dimulai
Beberapa negara Asia mulai mengevakuasi warganya dari wilayah konflik. Pemerintah China dan India telah menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Iran dan Israel. Korea Selatan dan Jepang juga menaikkan status kewaspadaan perjalanan ke kedua negara.
Malaysia mengimbau kuat agar warganya segera meninggalkan Iran, dan Thailand menyatakan siap melakukan evakuasi jika situasi memburuk.
Pemerintah Indonesia juga terus memantau kondisi WNI yang berada di wilayah terdampak. Saat ini, terdapat 42 WNI yang sedang ziarah di Israel, delapan jamaah haji di Yordania, dan dua peziarah di Iran yang terjebak karena penutupan wilayah udara.
Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan bantuan dari KBRI Teheran dan Amman.
5. Perang Siber Dilancarkan
Selain serangan fisik, Israel juga dilaporkan meluncurkan serangan siber terhadap sistem digital Iran. Direktorat Keamanan Siber Iran menyatakan bahwa mereka kini tengah aktif menangkis berbagai upaya serangan digital yang bertujuan mengacaukan arus informasi dan sistem pertahanan siber nasional.




