JAKARTA, KBKNEWS.id — Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan akses menuju tiga wilayah yang sempat terisolasi akibat gempa bumi dan tanah longsor di Pulau Flores telah berhasil dibuka.
Pembukaan akses tersebut memungkinkan bantuan logistik dan proses evakuasi warga terdampak kembali dilakukan.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, tiga wilayah tersebut sebelumnya terisolasi karena material longsor menutup sejumlah ruas jalan.
Tiga lokasi yang berhasil ditembus berada di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai. Salah satunya adalah Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Di wilayah tersebut, personel kepolisian menyalurkan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Petugas juga mengevakuasi seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan akibat persalinan prematur.
Ibu hamil tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan berhasil diselamatkan.
Akses menuju wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, juga telah dibuka oleh Kapolres Manggarai bersama personel gabungan. Selain membuka jalur, petugas mendirikan posko tanggap darurat dan tenda pengungsian serta menyalurkan bantuan kepada warga.
Sementara itu, akses menuju Desa Dimpong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, berhasil ditembus setelah Polda NTT menerima laporan mengenai warga yang masih terisolasi.
Personel Satuan Brimob kemudian diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang belum mendapatkan bantuan.
Selain menangani dampak bencana, Polda NTT meningkatkan patroli di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga untuk mengantisipasi penjarahan dan pencurian.
Seluruh jajaran Polres di Pulau Flores diminta meningkatkan patroli rutin di rumah-rumah kosong selama masa tanggap darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan aset warga yang mengungsi akibat gempa.





