JAKARTA, KBKNEWS.id – Jumlah korban tewas akibat runtuhnya bangunan bobrok di kota pelabuhan selatan Pakistan, Karachi, melonjak menjadi 27 orang saat tim penyelamat mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung selama berhari-hari.
Sebelumnya puluhan orang terjebak di bawah reruntuhan setelah bangunan berlantai lima itu runtuh di kota Lyari, lingkungan kumuh yang membentang di Laut Arab, pada Jumat.
Dr. Summaiya Syed, dokter bedah polisi Karachi, dilansir Anadolu Agency, mengatakan tim penyelamat menemukan satu jenazah lagi dari reruntuhan pada hari Minggu, yang menambah jumlah korban menjadi 27 orang, sementara dua orang yang terluka, satu kritis, sedang dirawat di rumah sakit.
Pihak berwenang mengatakan mereka telah mengakhiri operasi pencarian hari ini, Minggu (6/7). Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa bangunan yang awalnya memiliki tiga lantai itu dinyatakan tidak layak huni pada tahun 2022. Alih-alih dikosongkan, pemiliknya malah membangun dua lantai tambahan dengan dugaan persekongkolan dari otoritas pengawas bangunan.
Karachi, ibu kota komersial negara dengan populasi lebih dari 20 juta orang, merupakan rumah bagi ratusan bangunan bobrok karena kerusakan akibat waktu dan pengabaian kronis.
Runtuhnya bangunan bukanlah hal yang jarang terjadi di kota metropolitan itu, yang menyumbang 90% perdagangan internasional negara itu.
Pada bulan Maret 2020, sebuah bangunan bobrok runtuh di daerah Golimar, Karachi, menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai lebih dari 50 orang.



