
Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud atau yang dijuluki ‘Sleeping Prince’ meninggal dunia di usia 36 tahun setelah koma selama 20 tahun. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh sang ayah di unggahan X yang dilansir Gulf News (19/7).
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan menyenangkan [Nya], dan masuklah ke dalam Surga-Nya. Dengan meyakini kehendak dan ketetapan Allah, dan dengan duka yang mendalam, atas kepergian putra tercinta kami,” tulis Pangeran Khaled bin Talal bin Abdulaziz.
Pangeran Alwaleed menghabiskan hampir sepanjang usianya di RS dengan ventilator, dirawat para ahli medis dari seluruh dunia untuk memeriksa kondisinya dan berharap dapat menyadarkannya, tetapi ia tidak pernah sadar kembali.
Pangeran Al-Waleed yang berusia 15 tahun terlibat dalam kecelakaan mobil parah di London pada 2005. Sang ‘Sleeping Prince’ koma karena cedera otak parah dan perdarahan internal. Ia tidak pernah sadar sepenuhnya dan tetap menggunakan alat bantu hidup hingga wafatnya pada 19 Juli 2025.
Kerusakan atau cedera otak yang parah dapat mengganggu fungsi normal otak, yang mengakibatkan hilangnya kesadaran dan ketidakmampuan untuk dibangunkan. Hilangnya kesadaran ini dapat bermanifestasi sebagai koma.
Definisi koma
Dikutip dari WebMD, koma adalah kondisi tidak sadar berkepanjangan. Selama koma, seseorang tidak responsif terhadap lingkungan. Orang tersebut hidup dan tampak seperti sedang tidur, namun, tidak seperti tidur nyenyak, tidak dapat dibangunkan oleh rangsangan apa pun, termasuk rasa sakit.
Umumnya, koma setelah cedera otak disebabkan oleh:kerusakan pada area arousal otak, kerusakan sekunder akibat pergeseran struktur di dalam otak, kompresi pembuluh darah
dan peningkatan tekanan intrakranial
Sang ‘Sleeping Prince’ di akhir hayatnya dirawat di King Abdulaziz Medical City di Riyadh, di bawah perawatan tim medis spesialis.
Meskipun para ahli menganggap pemulihan setelah koma berkepanjangan mustahil,beberapa orang berharap bahwa terobosan medis ke depan dapat membawa perubahan.
Seseorang yang koma terkadang dapat terbangun setelah berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun setelah mereka pingsan seperti kasus yang menimpa Munira Abdulla, wanita yang mengalami koma setelah kecelakaan mobil pada tahun 1991 dan terbangun 27 tahun kemudian.
Namun, apa yang membuat seseorang terbangun dari koma, keadaan tidak sadarkan diri yang berkepanjangan?
“Jawaban singkatnya adalah kita tidak benar-benar tahu,” kata Martin Monti, seorang profesor psikologi di Universitas California, Los Angeles (UCLA) yang mempelajari koma kepada Live Science. “Itulah sebabnya kita masih belum memiliki banyak intervensi untuk membantu orang pulih,” sambung dia.
Koma karena otak terganggu
Koma terjadi ketika otak terganggu, baik karena cedera, peradangan atau infeksi. Sebelum seseorang bangun dari koma, otaknya perlu pulih terlebih dahulu dengan menumbuhkan kembali neuron yang rusak atau memperluas jaringan otak lain untuk mengambil alih fungsi otak yang cedera.
Namun, pemulihan jaringan otak ini saja tidak cukup karena koma memperlambat aktivitas otak. Dalam kondisi ini, jaringan otak tidak berkomunikasi seefisien biasanya. Otak mungkin memerlukan semacam dorongan awal untuk kembali bersemangat dan membuat seseorang bangun.
“Semua orang mempercayainya, dan itu sangat, sangat masuk akal,” kata Monti tentang teori dorongan awal. “Namun, kami tidak memiliki data yang bagus tentangnya.”
Jadi, apa yang berpotensi memicu lonjakan tersebut di otak? Salah satu caranya adalah, kata Monti, dokter menggunakan amantadine, obat yang diyakini dapat meningkatkan jumlah dopamin di otak.
Selain itu cara lain seperti deep brain simulator sampai metode ultrasound terfokus bisa dilakukan untuk memulihkan kondisi otak pasien koma.
Secara keseluruhan, bagaimana dan mengapa orang terbangun dari koma, baik dengan sendirinya atau dengan bantuan obat atau terapi, sebagian besar masih menjadi misteri.
Namun para ilmuwan semakin dekat untuk memecahkan teka teki tersebut dan mereka mungkin dapat membangunkan orang dari koma dengan lebih cepat. Akun X Pangeran Khaled bin Talal bin Abdulaziz/Gulf News/Detik.com/ns)




