JAKARTA, KBKNEWS.id – Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mencanangkan kolaboraksi dengan belasan lembaga dan yayasan pengelola yatim.
“Semoga dengan adanya kolaboraksi ini, diharapkan dapat menumbuhkan para pengurus Yayasan Yatim, agar dapat melakukan pengelolaan menjadi lebih profesional, efektif, efisien serta sekaligus berkelanjutan untuk memastikan dana bantuan dari donatur yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhannya,” ungkap Siti Rusmiati selaku Deputi 2 Program Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa di Gren Alia, Jakarta.
Siti manambahkan, diharapkan dalam pengelolaan dalam melaksanakan beragam program menjadi lebih inovatif sehingga banyak anak-anak khususnya dhuafa dan yatim dapat terbantu semaksimal mungkin serta keberlanjutan program dapat saling menguntungkan sehingga anak-anak yang kita bantu dapat tumbuh menjadi kader-kader pemimpin dimasa depan.
Di sisi lain, Sulistya Ariadi Direktorat Resos Anak Kemensos RI mengatakan agenda pertemuan tersebut bukan semata serenomial belaka, namun kegiatan ini dapat diimplementasikan ke dalam kegiatan di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang telah diatur dalam UUD 1945 bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Amanah ini kemudian dijabarkan lebih lanjut melalui UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak.
Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak menjalankan mandat akan perlindungan anak melalui program nyata yang menjangkau kepada anak-anak kita. Salah satu program utamanya kami adalah Bantuan Atensi YAPI yang diberikan kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu.
Kamaludin selaku Ketua Pelaksana agenda ini berharap dengan agenda ini dapat mendorong profesionalisme bagi lembaga dalam mengurus dan tata Kelola Yayasan maupun lembaga dalam mengelola anak-anak yatim.
Sementara Kak Seto selaku praktisi anak mendorong keterlibatan peran penting orang terdekat dalam memberikan ruang-ruang kebagiaan anak. Hindari kekerasan, dekati dengan sentuhan cinta dan kasih sayang, ajak anak berdialog dan memberikan waktu untuk saling berkomunikasi sehingga tumbuh dan berkembang menjadi anak yang hebat.




