JAKARTA, KBKNews.id – Muhammad Ikrom Azzam merupakan alumni SMART Ekselensia yang dikelola Dompet Dhuafa. Dia merupakan sosok insipiratif yang mempunya mimpi keliling dunia dengan dana fully funded.
Alhamdulillah, impian itu terwujud—ia sudah menginjakkan kaki di tujuh negara, mulai dari Malaysia, Turki, Australia, Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Vietnam. Mimpi tersebut berasal dari kegemarannya bermain monopoli.
“Dulu waktu saya kecil saya suka banget main monopoli. Setiap main monopoli saya ngebayangin saya berada di negara tersebut dan saya membeli negara tersebut. Nah dari situ tuh saya selalu berafirmasi,” kata Azzam seperti dilansir dari Youtube GREAT Edunesia, Selasa (16/9/2025).
Perjalanan itu tentu tidak datang begitu saja. Azzam aktif ikut lomba internasional, program pertukaran pelajar, dan membangun portofolio yang kuat. Dari sanalah dia mendapat peluang untuk ikut berbagai event internasional tanpa harus keluar biaya pribadi.
Tiga negara jadi pengalaman paling berkesan baginya. Pertama, Arab Saudi di awal 2024. Di usia 23 tahun, dia berhasil umrah dengan tabungan dari hasil usahanya sendiri. Bagi Azzam, momen spiritual itu memberikan ketenangan yang sulit dijelaskan.
Kedua, Turki pada 2021. Dia mengikuti Student Leadership Academy di Istanbul. Selain bertukar gagasan dengan mahasiswa internasional, dia juga sempat mengunjungi Hagia Sophia dan bahkan menjalani wisuda online dari Turki.
Ketiga, Vietnam. Azzam menjadi delegasi program Islamic Volunteering, melakukan ekspedisi ke suku Champa, sekaligus berbagi donasi untuk Muslim minoritas di sana. Pengalaman ini mengikat emosinya dengan sejarah perjuangan bangsa.
Dari perjalanan ke berbagai negara, Azzam belajar banyak tentang sejarah, budaya, dan peradaban. Dia teringat para cendekiawan Muslim terdahulu yang juga berkeliling dunia demi memperluas ilmu dan menyebarkan manfaat.
Baginya, menjelajah dunia bukan hanya tentang jalan-jalan, tapi juga memperkuat tekad untuk terus belajar dan mengabdi. Setelah SMART Ekselensia Indonesia memberinya banyak kesempatan, dia merasa punya kewajiban untuk berbagi kembali.
Dia pun mendirikan Education Fun For Youth Community, mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak panti asuhan. Azzam percaya belajar adalah ibadah, dan prestasi adalah dakwah.
Dedikasinya pun diakui, salah satunya saat dia meraih Juara 3 Pemuda Pelopor tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2022. Itu menjadi bukti dari usaha dan konsistensinya.
Kisah Azzam adalah bukti nyata: dengan tekad, kerja keras, dan doa, mimpi sebesar apapun bisa diwujudkan. Dari penerima manfaat, kini ia menjadi sosok inspiratif yang terus menebar kebaikan.





