Dilempar Batu, Mungkinkah Posko Aduan BPJS Palsu Diteror?

Ilustrasi, Penyebaran Kartu BPJS Palsu Ditemukan di Bandung/ Pojoksatu.id

BANDUNG – Teror membayangi rumah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Syamsul Maarif yang digunakan sebagai posko pengaduan kartu BPJS Kesehatan palsu.

Selasa (2/8/2016), kaca jendela rumah yang berlokasi di Jalan Simpang, Padalarang, itu pecah karena lemparan batu.

“Saya kira seperti itu (diteror), tapi saya belum bisa menduga lebih jauh. Soalnya, kami memang sedang membongkar kasus itu, jadi sedang membantu masyarakat terkait BPJS palsu. Saya kira perusakan ini tidak jauh dari kasus itu, karena selain itu kami enggak ada hal-hal lain,” kata Syamsul, dikutip dari Pikiran Rakyat.

Menurutnya, Senin (1/8/2016) malam posko tersebut masih ramai orang hingga sekitar jam 23.00 WIB. Orang yang biasa menjaga rumah itu kemudian pergi ke Jakarta dan kembali lagi pada Selasa pagi sekitar pukul 6.00 WIB keesokan harinya. Saat itulah posko pengaduan BPJS palsu didapati telah rusak.

Namun ia mengaku tidak pernah menadapat teror sebelumnya melalui telepon ataupun sms, “Saya enggak ada SMS teror, enggak ada telefon gelap, enggak ada apa-apa. Jadi, terus terang saja saya juga sama sekali tidak menduga jadi akan seperti ini. Soalnya, kami pikir pengungkapan kartu BPJS palsu ini kan bukan persoalan politik,” lanjutnya.

Kasus perusakan rumahnya pun lantas ia laporkan ke petugas kepolisian. Dia pun berharap agar kepolisian dapat menemukan pelaku perusakan. Syamsul menegaskan, kejadian perusakan itu tak akan membuat posko pengaduan BPJS palsu ditutup.

“Saya sudah melaporkan kepada pihak polisi supaya kejadian ini ditindaklanjuti secara hukum. Kalau memang ketahuan pelakunya dan bisa tertangkap, ya syukur. Kalaupun tidak ketahuan, tentu tidak mengurangi langkah kami untuk terus melakukan gerakan agar terbongkar siapa di balik peredaran BPJS palsu,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Polsek Padalarang Suherman mengatakan, belum bisa menyimpulkan kasus ini bermotif teror, karena polisi masih berupaya melakukan penyelidikan.

“Kami masih lakukan penyelidikan. Kalau dugaan-dugaan, kami belum bisa sampaikan lebih lanjut karena kejadian ini terus kami dalami,” katanya.

Advertisement