
PEMERINTAH Polandia memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin agar tidak melintasi wilayah udaranya untuk menghadiri KTT di Hongaria bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menlu Polandia Radoslaw Sikorski seperti dikutip Reuters, Selasa (21/10) mengatakan, jika Putin melintas langit Polandia, pihaknya bisa dipaksa untuk mengeksekusi surat perintah Mahkamah Pidana Int’l (ICC) terkait penangkapan terhadap pemimpin Rusia itu .
“Saya tidak dapat menjamin bahwa pengadilan Polandia yang independen tidak akan memerintahkan pemerintah untuk mengawal pesawat semacam itu guna menyerahkan tersangka ke pengadilan di Den Haag,” ujar Sikorski kepada Radio Rodzina, Selasa (21/10).
Peringatan itu disampaikan setelah Trump mengumumkan rencananya bertemu Putin di Budapest sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang berbasis di Den Haag telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Putin pada 2023. Putin dituduh ICC melakukan kejahatan perang dengan mendeportasi ratusan anak secara ilegal dari Ukraina.
Sebaliknya Rusia menolak tuduhan tersebut dan tidak mengakui yurisdiksi ICC. Namun, negara-negara anggota ICC, termasuk Polandia, diwajibkan menangkap Putin jika ia memasuki wilayah mereka.
“Saya rasa pihak Rusia menyadari hal ini. Jika KTT itu benar berlangsung, semoga pesawat mereka akan menggunakan rute yang berbeda,” kata Sikorski, dikutip dari Reuters.
Hongaria Jamin Keamanan Putin
Hongaria, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Rusia di bawah kepemimpinan PM Viktor Orban, menyatakan akan menjamin keamanan kedatangan dan kepulangan Putin selama menghadiri KTT tersebut.
Namun, untuk mencapai Hongaria tanpa melintasi wilayah udara Ukraina, delegasi Rusia harus melewati setidaknya satu negara Uni Eropa. Semua negara anggota Uni Eropa merupakan anggota ICC, meskipun Hongaria tengah dalam proses keluar dari lembaga tersebut.
Polandia sendiri termasuk di antara negara Eropa yang paling vokal mengecam invasi Rusia sejak 2022 dan konsisten memberikan dukungan militer serta kemanusiaan bagi Kyiv.
Tentu saja jika sampai pesawat yang ditumpangi Presiden berada di langit Polandia, dicegat oleh negara itu, Rusia tidak akan membiarkannya dan aksi ini sangat berbahaya karena bisa memicu perang. (Reuters)




