Lima Bayi di Pamekasan Gatal-Gatal Setelah Divaksin

Ilustrasi

PAMEKASAN – Lima bayi di Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Pamekasan, mengalami gatal-gatal hebat usai diberi vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT).

Puskesmas setempat mencatat mereka adalah Ulfia Riskiya Hasanah (5 bulan), Andika Balqis (6 bulan), Firlan Pratama (5 bulan) dan Lailatul M (5 bulan). Juga seorang bayi yang menderita gangguan kulit serupa, tapi tidak tercatat di Puskesmas yaitu Moh. Rifki (4 bulan).

Seperti dilansir Jawapos, Kamis 94/8/2016), Rusmini, ibu dari bayi Ulfia Riskiya Hasanah, menyatakan sudah lebih dari sebulan, anaknya mengalami gatal-gatal. Bahkan, bercak putih di kulit anaknya meluas hingga seluruh bagian tubuh.

“Lima hari setelah imunisasi, muncul bercak-bercak putih di kulit bayi saya,” katanya, Rabu (3/8/2016).

Awalnya, bercak putih itu terlihat di dada. Namun, bercak tersebut kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh, terutama punggung.

Dengan maraknya berita kasus peredaran vaksin palsu, sang ibu pun takut menjadi korban dari vaksin palsu, “Saya takut vaksin palsu seperti di Pamekasan. Sebelum ikut imunisasi, bayi saya sehat,” ucapnya.

Namun ketika diperiksakan ke Puskesmas, menurut dokter tidak ditemukan gejala yang berbahaya pada bayi. “Katanya, anak saya mengalami alergi popok atau susu. Butuh waktu untuk menyembuhkannya,” ujarnya.

Padahal tidak jauh dari rumah Rusmini, balita lain, Andika Balqis, mengalami gejala yang sama. Namun, kondisinya tidak separah Ulfia. Bercak putih dan gatal pun sama, muncul lima hari setelah imunisasi.

Hampir sama dengan Ulfiah, dokter juga menyatakan bukan karena vaksin yang didapatkan sebelumnya, “Awalnya, di lengan. Sudah saya periksakan. Katanya (dokter, Red) hanya alergi susu. Tapi, sekarang menyebar ke bagian tubuh lain,” tutur Anni, ibu Andika Balqis.

Sementara itu, dokter di Puskesmas Larangan, dr Swiandini Kumala menegaskan bahwa penyakit tersebut bukan akibat imunisasi, sebab tidak ada korelasinya antara imunisasi dengan penyakit kulit.

“Setelah saya periksa ternyata penyakitnya semacam jamur, kalau satu orang karena popok, jadi saya obati,” ungkap Swiandini, dikutip dari Okezone.

Namun Swiandini mengakui bahwa sebelum menderita gatal-gatal, para balita tersebut sempat diberikan beberapa imunisasi yaitu Imunisasi Difteri dan Tetanus. Tapi ia menegaskan bahwa Pamekasan aman dari peredaran vaksin palsu.

Advertisement