JAKARTA, KBKNews.id – Kloter pertama jemaah haji dari Indonesia telah berangkat pada 22 April 2025. Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat untuk melayani para jemaah tersebut.
Garuda Indonesia memastikan kesiapan operasional penerbangan haji 2026 dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan, keandalan armada, serta penguatan layanan inklusif, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Garuda menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar yang terdiri dari 8 armada milik sendiri dan 7 pesawat sewa, yakni Boeing 777-300ER dan Airbus A330 series.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan kepercayaan pemerintah untuk kembali mengangkut jemaah haji menjadi mandat yang dijalankan dengan penguatan kesiapan operasional secara menyeluruh.
“Merupakan kehormatan bagi Garuda Indonesia untuk kembali menjadi mitra perjalanan ibadah bagi jemaah haji Indonesia. Kepercayaan ini kami jawab melalui penguatan kesiapan operasional secara end-to-end, dengan memastikan seluruh aspek keselamatan, keandalan armada, serta kualitas layanan berjalan optimal di setiap titik perjalanan jemaah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).
Garuda pada tahun ini melayani sekitar 102.502 jemaah yang tergabung dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 18 ribu atau 18% merupakan jemaah lansia, sehingga menjadi fokus utama peningkatan layanan.
Untuk mendukung hal tersebut, Garuda menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan inklusif, mulai dari asistensi mobilitas di darat dan udara hingga penguatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan dan kemudahan selama penerbangan.
Berbagai fasilitas juga disiapkan, seperti kursi roda di embarkasi, ambulift di sejumlah bandara, bus dengan toilet, layanan bagasi khusus, serta buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz, Arab Saudi. Selama penerbangan, jemaah akan mendapatkan dua kali makanan utama dan satu kali snack.
Dari sisi sumber daya manusia, Garuda menyiagakan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari awak kabin dan kokpit, serta 139 petugas darat guna mendukung kelancaran operasional.




