Jakarta, KBKNews.id – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto tengah menjadi sorotan publik terkait bencana alam dahsyat yang mengguncang Pulau Sumatera. Hal itu terkait pernyataannya terkait kondisi banjir di beberapa wilayah Sumatera yang memicu pro dan kontra.
Kepala BNPB, dalam keterangannya menyebut situasi di lapangan tidak sepenuhnya seperti yang banyak beredar di media sosial. Dia menyebut sejumlah unggahan menggambarkan kondisi seolah-olah seluruh area terdampak berada dalam suasana mencekam dan sepenuhnya lumpuh. Namun, setelah melakukan peninjauan langsung, ia menemukan kondisi di beberapa lokasi berbeda dari narasi viral tersebut.
Pernyataan inilah yang memunculkan diskusi publik antara mereka yang merasa kondisi lapangan memang sangat parah, dan mereka yang menilai klarifikasi BNPB penting untuk memastikan penanganan berjalan sesuai fakta.
Di tengah ramainya perbincangan, sosok Letjen TNI Suharyanto menarik perhatian. Ia bukan figur baru dalam dunia penanganan krisis dan kedaruratan.
Latar Belakang dan Pendidikan
Letjen TNI Suharyanto lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 8 September 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989 dan sejak awal menorehkan prestasi di berbagai pendidikan militer.
Suharyanto menempuh Diklapa I & II, Seskoad, Sesko TNI—di mana ia meraih predikat lulusan terbaik pada 2013—hingga mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) di Lemhannas RI pada 2019.
Ia juga memiliki berbagai kualifikasi tempur, mulai dari Dik PARA, Raider, hingga Airborne—kombinasi yang menegaskan latar belakang militernya yang lengkap dan solid.
Perjalanan Karier Militer
Karier militernya dimulai di jajaran pasukan infanteri, antara lain sebagai Danton, Danki, dan Pasi Yonif Linud 612/Modang pada periode 1989–1998. Dari sana, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis. Di antaranya Danyonif 500/Raider, Dandim Surabaya Selatan dan Danrem 051/Wijayakarta.
Namun perjalanan Suharyanto tidak hanya di jalur tempur. Ia juga terlibat dalam dunia intelijen dengan jabatan sebagai Karo Kepegawaian BIN dan Direktur Kontra Separatisme BIN. Posisi ini yang membentuk pengalaman taktis sekaligus strategis dalam penanganan keamanan nasional.
Kariernya terus melesat hingga ia menduduki jabatan penting lain. Di antaranya Kasdam Jaya, Sekretariat Militer Presiden Kemensetneg RI dan Pangdam V/Brawijaya.
Hingga akhirnya, pada 17 November 2021, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala BNPB. Dia menggantikan Letjen Ganip Warsito yang memasuki masa pensiun. Pengangkatannya ditetapkan melalui Keppres No. 140/P/2021.
Peran Penting Selama Pandemi Covid-19
Sebelum menangani berbagai bencana alam, Suharyanto lebih dulu terjun dalam penanganan pandemi Covid-19. Ia menjadi salah satu figur kunci dalam upaya penanggulangan di tingkat nasional.
Beberapa kontribusi pentingnya. MIsalnya mengkampanyekan penggunaan masker, menggerakkan vaksinasi door-to-door, melatih Babinsa untuk mendeteksi warganya yang terinfeksi Covid, hingga mengawal penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran dan tidak terkendala birokrasi.
Kemampuannya menggabungkan pendekatan militer, manajerial, dan komunikasi publik menjadikannya salah satu perwira TNI yang paling adaptif menghadapi krisis multidimensi.





