Pengungsi Ini Ciptakan Aplikasi untuk Atasi Birokrasi Jerman

Munzer Khattab / The Guardian

NEW YORK—Sebagai pengungsi Suriah, Munzer Khattab tak bisa mengucapkan satu kata pun dalam bahasa Jerman saat tiba di Berlin. Apalagi jika diminta mengisi setumpuk berkas formulir. Kondisi ini yang mendorongnya membuat aplikasi di telepon pintar (smartphone) bagi pengungsi.

Bersama lima temannya sesama pengungsi, ia merancang aplikasi yang memudahkan pengungsi dalam mengisi formulir aplikasi. Formulir ini sangat dibutuhkan pengungsi saat mengajukan permohonan suaka ke negara tujuan. Ia menamakan aplikasi tersebut dengan ‘Bureaucrazy’.

Aplikasi ini akan diluncurkan pada Januari mendatang. Aplikasi ini memungkinkan pengungsi dan pencari suaka menerjemahkan berbagai formulir dan dokumen ke dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan peta yang memandu pencari suaka ke instansi terkait migrasi.

Khattab yang berusia 23 tahun meninggalkan rumahnya di Latakia, Suriah untuk menghindari dinas militer di sana tahun lalu. Inspirasi itu muncul saat ia dihadapkan dengan setumpuk dokumen yang tidak ia pahami sama sekali ketika mengurus suaka.

“Bahkan ketika kami bertanya kepada orang Jerman mereka juga sulit memahami formulir itu,” kata Khattab kepada Thomson Reuters Foundation dalam sebuah wawancara telepon. “Jika orang Jerman saja sulit membaca, bagaimana kami bisa membacanya?”

Nama aplikasi ini merujuk pada pengucapan kata birokrasi dalam bahasa Arab yang terdengar seperti ‘Bureaucrazy’. “Seseorang mendengarnya dan berkata ‘Bureaucrazy? Itu nama yang keren’,” kata Khattab.

Khattab sebelumnya pernah memenangkan kontes pengembangan perangkat lunak di Jerman. Ia pun mendapat pujian dalam konferensi teknologi StartUp di Eropa awal tahun ini.

 

Advertisement