KBKNews.id – Saham PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu, berpotensi masuk ke dua indeks global utama dalam agenda peninjauan indeks yang akan berlangsung pada Februari 2026. Keduanya yakni MSCI dan FTSE Russell. Peluang tersebut dinilai dapat menjadi pendorong signifikan bagi pergerakan saham perseroan di pasar.
Berdasarkan riset Henan Putihrai Sekuritas, peluang PTRO untuk masuk ke dua indeks internasional secara bersamaan menempatkan saham ini pada posisi yang semakin menarik di mata investor. Pengumuman hasil rebalancing MSCI dijadwalkan pada 10 Februari 2026. Sedangkan FTSE Russell akan menyampaikan keputusannya pada 20 Februari 2026.
Henan Putihrai menilai, secara historis, saham yang mendekati kriteria inklusi ke dalam MSCI Standard Index cenderung mengalami kenaikan harga sebelum pengumuman resmi. Fenomena tersebut dipicu oleh aksi antisipatif investor institusional dan dana pasif global yang mulai menyesuaikan portofolio lebih awal, meskipun belum disertai perubahan fundamental perusahaan.
Dalam kajiannya, Henan Putihrai menyebutkan, saham kandidat MSCI umumnya diperdagangkan sekitar 10–15 persen di atas batas minimum kelayakan menjelang pengumuman, seiring meningkatnya permintaan berbasis likuiditas dari investor berbasis indeks.
Untuk PTRO, kondisi tersebut diperkirakan dapat mengerek harga saham ke rentang Rp14.350 hingga Rp15.000 sebelum proses inklusi resmi dilakukan. Potensi penguatan dinilai masih cukup besar. Ini sejalan dengan peluang tambahan aliran dana dari indeks FTSE, meningkatnya perhatian investor institusional global, serta perbaikan likuiditas perdagangan saham.
Secara agregat, masuknya PTRO ke dalam indeks MSCI dan FTSE diperkirakan dapat memicu arus dana asing lebih dari US$300 juta. Aliran dana tersebut dinilai akan memperluas basis pemegang saham sekaligus meningkatkan respons harga saham PTRO terhadap dinamika permintaan pasar. Atas dasar tersebut, Henan Putihrai Sekuritas merevisi naik target harga PTRO menjadi Rp16.000.
Sebagai catatan, MSCI merupakan penyedia indeks saham global yang menjadi rujukan utama bagi manajer investasi internasional. Khususnya pengelola dana pasif dan produk investasi berbasis indeks. Saham yang masuk ke dalam MSCI Standard Index umumnya menerima aliran dana otomatis karena investor global menyesuaikan komposisi portofolio mereka.
Sementara itu, FTSE Russell, penyedia indeks global berbasis di Inggris, juga digunakan secara luas oleh investor institusional di berbagai negara. Inklusi saham dalam indeks FTSE dinilai mampu memperluas eksposur global emiten dan meningkatkan likuiditas. Selain itu juga sering kali menjadi katalis lanjutan setelah proses peninjauan MSCI.





