KBKNews.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan tren penguatan dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high). Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), harga emas Antam 24 karat naik Rp13.000 per gram ke level Rp2.665.000 per gram.
Mengacu pada laman resmi Logam Mulia Antam, kenaikan ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat di angka Rp2.652.000 per gram, yang baru saja terjadi sehari sebelumnya, Selasa (13/1/2026). Dengan capaian ini, emas Antam terus menunjukkan performa positif di tengah minat investasi yang tetap kuat.
Untuk ukuran terkecil, emas batangan 0,5 gram dipatok di harga Rp1.382.500. Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual seharga Rp26.145.000, dan emas dengan bobot terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram dibanderol Rp2.605.600.000.
Dalam pergerakan jangka pendek, harga emas Antam tercatat bergerak di kisaran Rp2.584.000 hingga Rp2.665.000 per gram selama sepekan terakhir. Adapun dalam rentang satu bulan, harga emas mengalami penguatan dari level Rp2.464.000 hingga mencapai posisi tertingginya saat ini.
Seiring kenaikan harga jual, harga buyback emas Antam juga mengalami penyesuaian. Harga buyback—harga yang berlaku ketika konsumen menjual kembali emas ke Antam—naik Rp10.000 per gram menjadi Rp2.513.000 per gram.
Antam mengingatkan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback emas dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses penjualan kembali dilakukan.
Berikut daftar lengkap harga emas Antam pada Rabu (14/1/2026):
- Emas 0,5 gram: Rp1.382.500
- Emas 1 gram: Rp2.665.000
- Emas 2 gram: Rp5.270.000
- Emas 3 gram: Rp7.880.000
- Emas 5 gram: Rp13.100.000
- Emas 10 gram: Rp26.145.000
- Emas 25 gram: Rp65.237.000
- Emas 50 gram: Rp130.395.000
- Emas 100 gram: Rp260.712.000
- Emas 250 gram: Rp651.515.000
- Emas 500 gram: Rp1.302.820.000
- Emas 1.000 gram: Rp2.605.600.000
Kenaikan harga emas ini menegaskan posisi logam mulia sebagai salah satu instrumen investasi yang masih diminati, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan.




