Asing Perlakukan Saham Bank Besar Secara Kontras, BBRI Diborong tapi BBCA Dilepas

Pergerakan saham emiten perbankan Tanah Air menunjukkan perlakuan yang berbeda dari investor asing pada perdagangan Selasa. (Foto: istockphoto)

Jakarta, KBKNews.id — Pergerakan saham emiten perbankan Tanah Air menunjukkan perlakuan yang berbeda dari investor asing pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Di tengah aksi jual bersih asing di pasar saham Indonesia, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) justru menjadi salah satu yang paling agresif dikoleksi. Sebaliknya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami tekanan jual cukup dalam.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp98,18 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, asing masih membukukan pembelian bersih (net buy) Rp6,5 miliar di pasar reguler, namun aksi jual di pasar negosiasi dan tunai jauh lebih besar dengan nilai mencapai Rp104,68 miliar.

BBRI Jadi Favorit Asing

Di tengah arus keluar dana asing tersebut, saham BBRI tampil menonjol sebagai salah satu saham perbankan yang paling banyak diburu investor global. Tercatat, asing melakukan pembelian bersih saham BBRI hingga Rp224,57 miliar.

Sejalan dengan aksi akumulasi tersebut, saham BBRI pada perdagangan kemarin ditutup menguat tipis 0,26 persen ke level Rp3.850 per saham. Sejak awal tahun 2026, kinerja saham bank pelat merah ini juga relatif solid dengan kenaikan mencapai 5,19 persen.

Aksi beli asing terhadap BBRI mengindikasikan kepercayaan investor terhadap prospek fundamental dan kinerja bank yang memiliki basis kredit mikro dan UMKM yang kuat di tengah dinamika ekonomi domestik.

BBCA Justru Ditekan Jual

Berbanding terbalik dengan BBRI, saham BBCA justru menjadi salah satu saham perbankan yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Pada perdagangan kemarin, BBCA mencatatkan net sell asing sebesar Rp269,21 miliar.

Tekanan jual tersebut turut tercermin pada pergerakan harga saham BBCA yang ditutup melemah 1,54 persen ke level Rp8.000 per saham. Bahkan, BBCA tercatat sebagai salah satu saham yang paling ramai dilepas asing, hanya berada di bawah saham Bumi Resources Tbk (BUMI).

Perbedaan perlakuan terhadap dua bank besar ini mencerminkan selektivitas investor asing dalam menempatkan dananya di sektor perbankan Indonesia.

Menanti Laporan Keuangan

Sebagai catatan, BBRI dan BBCA sama-sama diperkirakan akan segera merilis laporan kinerja keuangan tahunan dalam satu hingga dua pekan ke depan. Publikasi laporan tersebut dinilai dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan saham perbankan. Kecuali jika emiten memilih melakukan penelaahan terbatas atau audit penuh yang berpotensi memperpanjang waktu pelaporan.

IHSG Stagnan, Transaksi Tetap Tinggi

Pada perdagangan Selasa (20/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan di posisi 9.134,70. Meski indeks cenderung bergerak terbatas, aktivitas perdagangan terbilang ramai.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp29,78 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 72,41 miliar saham yang diperdagangkan dalam 3,94 juta kali transaksi. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 336 saham menguat, 323 saham melemah, dan 143 saham bergerak stagnan.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati arah aliran dana asing, khususnya di saham-saham perbankan besar, sembari menunggu kepastian kinerja keuangan emiten untuk setahun penuh.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here