JAKARTA, KBKNEWS.id – Tim SAR Gabungan bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan terus melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Operasi pencarian difokuskan di area puncak dan lereng curam gunung, lokasi ditemukannya puing-puing pesawat. Proses evakuasi menghadapi kendala cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, serta kabut tebal yang membatasi jarak pandang hingga sekitar 5–10 meter.
Dalam laporan DMC Dompet Dhuafa Sulsel, tim yang tergabung dalam Search and Rescue Unit (SRU) 1 melakukan pencarian di medan dengan tingkat kemiringan tinggi dan kedalaman area pencarian mencapai sekitar 350 meter. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan personel dan memengaruhi kecepatan operasi.
Tim SAR Gabungan telah menemukan dua korban berjenis kelamin perempuan dan laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di titik koordinat 04°55’50.69″ LS dan 119°44’48.29″ BT.
Selain pencarian dan evakuasi, DMC Dompet Dhuafa Sulsel juga memberikan dukungan layanan kesehatan bagi personel SAR yang mengalami luka ringan selama operasi. Penanganan meliputi pembersihan luka, pemberian salep, serta vitamin.
Dalam operasi ini, Dompet Dhuafa Sulsel mengerahkan personel rescue, satu unit ambulans, serta dukungan logistik berupa tenda dan kendaraan roda dua untuk mobilisasi di medan sulit.
Pesawat ATR 42-500 sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menuju Bandara Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026). Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian dengan menyesuaikan kondisi cuaca di lokasi.





