JAKARTA, KBKNEWS.id – Negara-negara Arab dan Muslim mengecam keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, terkait klaim Israel atas wilayah, termasuk Tepi Barat, yang disampaikan dalam sebuah podcast.
Dalam wawancara tersebut, Huckabee sempat menyebut bahwa akan “baik-baik saja jika mereka mengambil semuanya,” merujuk pada tafsir ayat Alkitab yang kerap dikaitkan dengan klaim wilayah dari Sungai Nil hingga Efrat.
Ia kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan itu bersifat hiperbola dan menegaskan Israel tidak meminta mengambil seluruh wilayah tersebut.
Kecaman datang melalui pernyataan bersama yang melibatkan Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Lebanon, Suriah, Otoritas Palestina, serta organisasi seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Mereka menyebut komentar tersebut berbahaya dan provokatif, serta dinilai melanggar Piagam PBB dan berpotensi menghambat upaya de-eskalasi perang di Gaza dan pencarian solusi politik yang menyeluruh.
Pihak Otoritas Palestina juga menilai pernyataan Huckabee bertentangan dengan sikap Presiden AS yang menolak aneksasi Tepi Barat.
Dalam beberapa bulan terakhir, Israel disebut memperluas kontrol di wilayah pendudukan Tepi Barat melalui percepatan pembangunan permukiman, legalisasi pos-pos pemukim secara retroaktif, serta penyesuaian kebijakan administratif, yang secara luas dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Di tengah konflik yang masih berlangsung, Israel juga mempertahankan kendali atas lebih dari setengah wilayah Gaza meski berada dalam kerangka gencatan senjata dengan zona penyangga dan penarikan bertahap tanpa tenggat waktu jelas.
Selain itu, setelah perubahan kekuasaan di Suriah pada akhir 2024, pasukan Israel mengambil alih zona demiliterisasi di perbatasan Suriah dengan alasan keamanan, serta masih menahan beberapa posisi di wilayah Lebanon pascakonflik singkat dengan Hizbullah pada 2024.





