JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Rekayasa tersebut meliputi sistem one way, contraflow, dan ganjil genap di sejumlah ruas tol utama.
Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan memperkirakan 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini.
Dari jumlah tersebut, sekitar 76,24 juta orang atau 52,98 persen memilih menggunakan mobil pribadi, sehingga potensi kepadatan di jalan tol diperkirakan cukup tinggi.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 27 Maret 2026. Masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak kemacetan panjang.
Untuk arus mudik, sistem one way akan diberlakukan pada 17–20 Maret 2026 mulai pukul 12.00 WIB di ruas Tol Jakarta–Cikampek KM 70 hingga Semarang–Solo KM 421.
Sementara saat arus balik, sistem satu arah diterapkan 23–29 Maret 2026 dari Semarang–Solo menuju Jakarta–Cikampek.
Selain itu, contraflow akan diterapkan di Tol Jakarta–Cikampek KM 47 hingga KM 70 pada dua periode arus mudik, yakni 17–20 Maret serta 21–22 Maret pada jam-jam tertentu. Saat arus balik, contraflow juga berlaku di KM 70–47 serta Tol Jagorawi KM 21 hingga KM 8.
Adapun aturan ganjil genap diterapkan pada ruas Tol Jakarta–Cikampek KM 47 hingga Semarang–Batang KM 414 serta Tol Tangerang–Merak KM 31 hingga KM 98 selama periode mudik 17–20 Maret 2026. Untuk arus balik, kebijakan ini berlaku 23–29 Maret 2026 di ruas tol yang sama dengan arah sebaliknya.
Dengan rekayasa lalu lintas ini, pemerintah berharap arus kendaraan selama mudik dan balik Lebaran dapat berjalan lebih lancar dan aman.





