JAKARTA, KBKNEWS.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca pada awal periode mudik Lebaran 2026 secara umum masih relatif kondusif.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan mudik.
Ia menekankan pentingnya mengakses pembaruan prakiraan cuaca darat, laut, maupun udara melalui kanal resmi BMKG agar perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi terkini.
BMKG mencatat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada 14–17 Maret 2026 di sebagian wilayah Sumatra serta Jawa bagian tengah dan timur.
Selanjutnya pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi beberapa fenomena global, seperti Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin yang aktif di sekitar wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer yang labil sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat memengaruhi aktivitas penerbangan, terutama di wilayah Laut Maluku dan bagian utara Papua.
Di wilayah tersebut juga berpotensi terjadi gelombang laut lebih dari 2,5 meter yang dapat berdampak pada transportasi laut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan mudik agar perjalanan tetap aman dan nyaman.





