Hari ke-16 Perang Iran vs Koalisi AS dan Israel

Hari ke-16 perang Iran vs koalisi AS dan Israel , Iran masih mampu mengguur kota-kota di Israel dengan rudal-rudal balistik berkecepatan hipersonik. (youtube)

MEMASUKI hari ke-16 perang antara Iran vs koalisi Ameka Serikat dan Israel, Minggu (15/3) , kedua kubu masih saling serang dengan drone dan rudal menyasar situs-situs militer dan lokasi strategis lawan.

Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan, termasuk penggunaan rudal Fattah-2 berkecepatan hipersonik dengan jangkauan 1.500 km  untuk menyasar fasilitas militer AS di sejumlah alokasi di Timur Tengah dan Israel.

Proksi Iran, kelompok Hizbullah juga melakukan serangan balasan dalam operasi “Al-Asf Al-Ma’kool” (Menuai Penyesalan-red) ke situs-situs peluncuran drone Israel di Safad.

Perang ini dilaporkan telah menimbulkan korban nyawa cukup besar, dilaporkan mencapai 1.400 orang dan juga memicu krisis ekonomi dan politik global, juga berakibat mundurnya timnas sepak bola Iran dari Piala Dunia.

AS mengerahkan setidaknya 16 kapal perang termasuk dua kapal induk:i USS Abraham Lincoln dan USS Gerald Ford yang mengangkut sekitar 150 pesawat tempur serta puluhan ribu personel, sementara Israel terus menggempur situs peluncuran rudal dan drone i Iran.

AL AS juga dilaporkan sudah menggeser kapal serang amfibi USS Tripoli yang mengangkut 2.500 personil marinir, mengindikasikan serangan darat segera akan dilancarkan.

Laporan menyebutkan kekhawatiran global akan dampak perang yang berkepanjangan terutama lonjakaan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran yang dilayari oleh kapal-kapal tanker pengangkut minyak.

Meskipun terjadi perang, situasi di Iran dilaporkan masih “normal” dalam beberapa laporan di media. Presiden Iran dilaporkan sempat turun ke jalan di pusat ota Teheran saat aksi Hari Quds beberapa hari lalu.

Serang P. Kharg 

Sementara pihak AS tak hanya menyasar situs-situs militer Iran, tetapi juga membombardir Pulau Kharg, pulau kecil di lepas pantai Iran yang merupakan  terminal ekspor minyak utama negeri itu.

Trump mengatakan, fasilitas militer Iran di Pulau Kharg benar-benar hancur, namun mengaku tetap menahan diri untuk tidak menargetkan infrastruktur minyak Iran lainnya.

Sebaliknya, Iran merespons dan mengatakan bahwa infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan yang bekerja sama dengan AS bakal dihancurkan jika infrastruktur minyak Kharg diserang.

Selain itu, AS dilaporkan juga melanyerang fasilitas desalinasi di Pulau Qeshm, memperlihatkan wajah baru perang modern yang semakin brutal dengan menghancurkan penyulingan air yang diperlukan bagi hajat hidup orang banyak.

Selain pertempuran di medan perang, kedua belah pihak juga memanfaatkan media untuk saling klaim kemenangan.

Media Iran merilis berita kematian PM Israel Benjamin Netanyahu, sebaliknya Menhan AS , Pete Hegseth menyebutkan, Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei diyakini mengalami luka serius.

Hegseth menyatakan, ia percaya pemimpin Iran itu terluka dan kemungkinan cacat, namun hingga kini belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi tersebut.

Mojtaba Khamenei baik-baik saja

Menlu Iran Abbas Araghchi memastikan, kondisi Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei baik-baik saja, meski sebelumnya pejabat AS menyebut ia terluka.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan Ayman Mohyeldin dari program MS NOW pada Sabtu (14/3).

“Tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi yang baru. Dia mengirimkan pesannya kemarin, dan dia akan menjalankan tugasnya,” kata Araghchi, dikutip AFP.

Garda Revolusi Iran (IRGC) juga meluncurkan sejumlah rudal yang menargetkan pasukan AS di pangkalan utama Al Kharj, Arab Saudi, Sabtu (14/3) malam.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan itu  diarahkan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang digunakan untuk mendukung operasi jet-jet tempur AS.

IRGC lebih lanjut mengatakan, pangkalan itu digunakan untuk menampung pesawat tempur F-35 dan F-16, serta menjadi lokasi penyimpanan tanker bahan bakar.

Sejauh ini belum ada konfirmasi langsung dari Pemerintah Arab Saudi mengenai serangan tersebut. Namun sebelumnya, Kemhan Arab Saudi menyatakan telah mencegat enam rudal balistik yang mengarah ke wilayah Al Kharj.

Arab Saudi sebelumnya juga berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan ke pangkalan tersebut selama konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Riyadh merupakan sekutu dekat AS yang menampung sejumlah besar pasukan AS di wilayahnya termasuk industri minyaknya beberapa kali diserang Iran, namun belum ada anda-tanda akan membalasnya. (AFP/Kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here