
JAKARTA, KBKNews.id – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) secara resmi menyambut wajah baru di jajaran dewan pengawasnya. Addin Jauharudin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor resmi mengemban amanah sebagai Komisaris Independen bank syariah terbesar di Indonesia tersebut terhitung sejak 11 Maret 2026.
Penunjukan ini merupakan tindak lanjut dari mandat para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah digelar pada Mei 2025 lalu. Namun, posisi ini baru bisa ditempati secara resmi setelah melewati verifikasi ketat dari regulator industri keuangan.
Lolos Uji Kepatutan OJK
Kepastian pengangkatan Addin tertuang dalam laporan resmi perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen BSI menegaskan Addin telah dinyatakan layak dan cakap untuk menduduki jabatan tersebut setelah melalui proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“BSI telah menerima keputusan dari OJK melalui surat nomor SR-215/PB.13/2026 tanggal 06 Maret 2026 perihal Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atas pengangkatan Komisaris Independen BSI,” tulis manajemen BSI dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (17/3/2026).
Pihak bank juga memastikan kehadiran Addin di jajaran komisaris tidak akan mengganggu ritme kerja harian perusahaan. Baik secara operasional, hukum, maupun kondisi finansial perseroan secara keseluruhan.
Profil Akademis dan Organisasi yang Mumpuni
Lahir di Cirebon pada tahun 1980, Addin Jauharudin bukanlah sosok baru di panggung kepemimpinan nasional. Secara akademis, ia memiliki latar belakang yang solid di bidang manajemen strategis. Setelah menamatkan sarjana di bidang hukum keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhshiyah), ia melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Trisakti dan meraih gelar Doktor Manajemen Strategis dari Universitas Brawijaya pada 2019.
Namanya melambung seiring dengan kiprah panjangnya di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Saat ini, Addin memegang tongkat kepemimpinan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) periode 2024-2029.
Dedikasinya di organisasi dimulai sejak masa mahasiswa. Dulu dia pernah menjabat sebagai pucuk pimpinan di Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).
Rekam Jejak Panjang di Perusahaan Pelat Merah
Masuknya Addin ke dalam ekosistem perbankan syariah didukung oleh portofolionya yang luas di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebelum di BSI, ia telah mengantongi jam terbang tinggi sebagai komisaris di berbagai sektor industri. Di antaranya:
- PT Garam (2014-2018): Mengawal industri pangan dan bahan baku.
- PT Pos Indonesia (2018-2023): Terlibat dalam transformasi logistik nasional.
- PT Waskita Karya (2023-2025): Memantau sektor infrastruktur dan konstruksi.
Di internal organisasi, Addin juga dikenal memiliki fokus kuat pada penguatan ekonomi. Ia tercatat pernah menduduki posisi strategis sebagai Bendahara Umum serta Ketua Bidang Ekonomi di GP Ansor. Pengalaman itu menjadikannya figur jembatan antara nilai-nilai keagamaan dan kemandirian ekonomi.




