JAKARTA, KBKNEWS.id – Kementerian Perhubungan memastikan seluruh penerbangan internasional dari dan ke Indonesia tetap beroperasi meski situasi di kawasan Timur Tengah tengah bergejolak.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait kabar penghentian total penerbangan internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. “Berita penghentian seluruh penerbangan internasional tidak sesuai fakta,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Kemenhub terus memantau perkembangan operasional penerbangan, termasuk dampak dari dinamika geopolitik di Timur Tengah, guna memastikan layanan tetap aman dan terkendali.
Hingga 17 Maret 2026 pagi, tercatat dua pesawat milik Qatar Airways masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai.
Sejumlah maskapai mulai kembali mengoperasikan penerbangan secara terbatas seiring dibukanya kembali wilayah udara Uni Emirat Arab. Emirates dan Etihad Airways telah melayani rute dari dan ke Indonesia dengan frekuensi terbatas, sementara Qatar Airways juga secara bertahap membuka kembali layanan serta melakukan penerbangan repatriasi.
Di sisi lain, penerbangan langsung ke Arab Saudi yang dioperasikan maskapai seperti Garuda Indonesia, Saudi Arabian Airlines, Lion Air, dan Flyadeal tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Untuk penumpang terdampak, termasuk jemaah umrah, maskapai menyediakan opsi pengembalian dana, penjadwalan ulang, atau pengalihan ke penerbangan lain. Kemenhub juga memastikan tidak ada lagi penumpang yang tertahan di Jeddah per 16 Maret 2026.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai serta menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi terbaru demi kelancaran perjalanan.





