JAKARTA, KBKNEWS.id – Kemacetan ekstrem mewarnai arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Bali sejak Minggu (15/3).
Bahkan antrean kendaraan menuju penyeberangan ke Ketapang, Banyuwangi, mengular hingga sekitar 32 kilometer m. Kondisi padat ini tak hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan pemudik.
Sedikitnya 16 orang dilaporkan pingsan akibat kelelahan dan paparan panas saat terjebak berjam-jam di tengah antrean. Tim medis dari Dokkes Polres Jembrana turun tangan memberikan penanganan di lokasi, sementara petugas terus berupaya mengurai kepadatan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf atas situasi tersebut. “Memang ada beberapa kejadian, kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa,” ujarnya, dikutip kompas.com, Selasa (17/3).
Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan di lapangan selama periode mudik.
Kepadatan ini didominasi kendaraan logistik, mobil pribadi, dan sepeda motor. Area parkir di dalam pelabuhan dilaporkan penuh, memaksa kendaraan mengantre hingga keluar kawasan, bahkan mencapai wilayah Kecamatan Negara.
Berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat arus, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga koordinasi lintas instansi seperti kepolisian, Kementerian Perhubungan, ASDP, hingga TNI.
Presiden juga disebut membuka kemungkinan pengerahan armada tambahan, termasuk kapal milik negara, guna membantu kelancaran penyeberangan.
Pemerintah turut mengapresiasi pemudik yang berangkat lebih awal karena dinilai membantu mengurangi penumpukan pada satu waktu. Meski demikian, evaluasi menyeluruh tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang pada puncak arus balik mendatang.





