
BERANG gegara fasilitas industri minyaknya ikut disasar drone-drone dan rudal Iran, Arab Saudi kehabisan kesabarannya dan bertekad akan membalasnya dengan tindakan militer.
Menlu Saudi, Faisal bin Farhan seperti dilaporkan CNNI, Kamis (19) menuduh Iran melakukan “tindakan permusuhan” terencana terhadap negara-negara tetangganya, baik langsung maupun melalui berbagai proksi regional (Houthi, Hizbullah, Hamas-red).
“Tekanan Iran akan menjadi bumerang secara politik dan moral, dan tentu saja kami berhak untuk mengambil opsi militer jika dianggap perlu,” kata Farhan, seperti dilansir Reuters.
Ia mengatakan, Riyadh mengedepankan jalur diplomasi, namun jika aksi Iran tidak segera berhenti, hampir tidak ada yang bisa membangun kembali kepercayaan dengan mereka.
Saudi menembakkan rudal pencegat untuk menghalau serangan rudal Iran yang menyasar pertemuan menlu Turki, UEA, Yordania, Qatar, dan Suriah yang berlangsung di Riyadh (19/3).
Fasilitas industri minyak dan gas milik Qatar, UEA, dan Arab Saudi juga menghadapi serangan Iran, Rabu (18/3), setelah Iran meluncurkan serangan balasan terhadap gempuran di ladang gas utama South Pars.
Saudi telah diserang oleh ratusan rudal dan drone Iran sejak awal konflik, namun serangan Rabu kemarin menandai pertama kalinya banyak orang di Riyadh mendengar ledakan dan menerima pesan peringatan.
Dengan Iran, Saudi membangun kembali hubungan diplomatik pada 2023, sebagai upaya peredaan ketegangan, setelah bertahun-tahun permusuhan yang membuat mereka mendukung kubu yang berlawanan di kawasan itu.
Saudi mendukung rezim Yaman pimpinan Presiden Abdurabuh Mansur Hadi yang digulingkan, sedangkan Iran di belakang kubu etnis Houthi yang saat ini berkuasa di Yaman.
AS bantah serang ladang Iran
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengeklaim serangan udara Israel ke ladang gas South Pars Iran, dilakukan tanpa melibatkan AS dan Qatar.
“AS tidak mengetahui apa pun tentang serangan ini,” tulis Trump di Truth Social, seperti dilansir Reuters seraya menambahkan, Qatar juga sama sekali tidak terlibat.
Hal ini berbeda dengan pernyataan jubir militer Israel, Effie Defrin, yang sebelumnya menyatakan pihaknya selalu “dalam koordinasi erat dengan militer AS di semua “level operasional”.
Iran menuduh Israel dan AS meluncurkan serangan ke fasilitas gas utama South Pars, Rabu (18/3) waktu setempat yang memicu kebakaran di fasilitas tersebut.
“Beberapa saat yang lalu, sebagian fasilitas gas yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh, dihantam roket yang ditembakkan oleh musuh Amerika-Zionis,” demikian diberitakan stasiun TV Iran.
South Pars/North Dome merupakan ladang gas raksasa yang menjadi cadangan gas terbesar dunia dan memasok sekitar 70 persen gas alam domestik Iran.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan akan menghancurkan sektor energi Teluk sekutu AS, jika sektor energi Iran diserang lagi.
“Anda telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi Iran, dan tanggapannya sedang dilaksanakan,” demikian pernyataan yang dimuat oleh media Iran.
Serangan rudal Iran menyebabkan kerusakan besar di fasilitas gas Ras Laffan di Qatar, yang menuai kecaman keras dari negara Teluk tersebut.
Harga minyak melonjak
Serangan terbaru ini ikut mengatrol harga minyak dunia, Kamis (19/3) pagi. Harga minyak mentah jenis Brent crude oil naik menjadi US$112,00 per barel (naik 4,27 persen), sementara WTI naik 2,73 persen menjadi US$98,95.
Rudal-rudal Iran juga merusak fasilitas energi di Uni Emirat Arab, termasuk penghentian sementara operasional di beberapa lokasi, seperti yang dikutip dari CNN.
Iran meluncurkan serangan tersebut setelah roket menghantam fasilitas di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh, Iran selatan, Rabu (18/3).
“Sebagian fasilitas gas yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh dihantam roket yang ditembakkan oleh musuh: Amerika-Zionis,” demikian laporan TV pemerintah Iran yang dikutip AFP.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X, Pimpinan Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei mengungkapkan kesedihan mendalam atas gugurnya Larijani dalam sebuah serangan udara gabungan AS dan Israel.
Serangan mematikan tersebut dilaporkan turut menewaskan putra Larijani, Morteza, beserta sejumlah ajudan dan staf setianya pada Selasa pagi (17/3).
Perburuan terhadap pemimpin-pemimpin Iran terus dilakukan Israel setelah Pemimpin Tertinggi Iran bersama puluhan pejabat militer termasuk Menhan Aziz Nazirzadeh dan Kasum AB Iran Abdulrahim Mousavi di hari pertama serangan AS dan Israel (28/2), lalu menyusul Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Larijani (17/3) dan Menteri Intelijen Esmail Khatib (18/3) .
Keberadaan Mojtaba sendiri tidak diketahui pasti setelah ia dilaporkan diterbangkan ke Rusia setelah mengalami luka-luka akibat serangan udara AS (16/3).
Iran melancarkan serangan balasan yang menghantam Ras Laffan, pusat gas alam cair (LNG) terbesar dunia yang terletak di Qatar, Rabu (18/3) malam.
Seorang jurnalis AFP melihat kobaran api besar menerangi langit malam, yang terlihat dari jarak sekitar 30 kilometer.
Serangan ini merupakan bagian dari aksi balasan Teheran terhadap infrastruktur energi negara-negara Teluk, menyusul gempuran AS-Israel ke fasilitas minyak dan gas Iran sebelumnya.
Perang Iran melawan koalisi AS dan Israel agaknya masih berlanjut hingga stok ribuan rudal-rudal termasuk peluncurnya yang tersebar di berbagai wilayah Iran berhasil dihabisi duet AS dan Israel. (CNNI/Reuters/AFP/ns)




