
SITUASI di Timur Tengah di Hari Ke 26 perang Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel dalam kewaspadaan tinggi, di tengah adanya laporan mengenai potensi eskalasi militer termasuk ancaman perang nuklir.
Menurut laporan, alau tidak terkonfirmasi, dibantah atau diakui, Israel memiliki sampai 90 hulu ledak nuklir yang bisa dijatuhkan dari pesawat, rudal balistik atau rudal jelajah.
Beberapa hari lalu rudal-rudal balistiik Iran yang diarahkan ke wilayah Israel ada yang lolos dari sergapan sistem pertahanan berlapis negara Yahudi itu, jatuh tak jauh dari  pusat nuklir Dimona.
Dalam perang kali ini, penggunaan AI dan teknologi digital mulai mendominasi lanskap pertahanan, di mana algoritma digunakan untuk menentukan strategi, deteksi ancaman, dan simulasi perang.
Sementara itu, Israel memandang program nuklir Iran sebagai ancaman eksistensial.
Potensi konflik kali ini memicu kekhawatiran global, termasuk risiko gangguan pasokan energi dan stabilitas ekonomi di kawasan Timur Tengah dengan ditutupnya Selat Hormuz yang merupakan alur pelayaran  20 persen angkutan minyak dan sepertiga angkutan pupuk global.
Sebaliknya, walau satu demi satu tokoh kukcinya diburu AS termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang terbunuh di hari pertama serangan AS dan Israel (28/2),para pimpinan penggantinya bertekad melanjutkan perang.
IRGC tetap PD serang Israel
Di tengah sinyal diplomasi, Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan serangan rudal ke Israel serta pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
Iran juga terus menyerang negara-negara Teluk yang dianggap membantu operasi militer AS. Di Kuwait, drone menghantam tangki BBM di Bandara Internasional Kuwait dan memicu kebakaran, meski kerusakan terbatas.
Ketegangan di Timur Tengah belum mereda setelah Iran meluncurkan rentetan rudal baru pada Rabu (25/3), di tengah sinyal negosiasi dari Presiden AS Donald Trump dengan Teheran.
Pernyataan Trump yang membuka peluang dialog sempat meredakan kekhawatiran pasar global, terlihat dari turunnya harga minyak dan naiknya saham di Asia, namun di lapangan, aksi militer justru terus berlanjut dari kedua belah pihak.
Trump mengeklaim sedang berlangsung dialog positif dan konstruktif antara wakil-wakilnya dengan pihak Iran sehingga AS menunda untuk menyerang fasilitas pembagkit listrik dana energi selama lima hari.
Terlalu dini untuk memprediksi, apakah perang segera berhenti atau terus berlanjut (Reuters/CNNI/ns).




