MALANG – Dinas Sosial Kabupaten Malang menyebut masih ada 32.000 warga sangat miskin di Kabupaten Malang.
Grafik warga sangat miskin ini di sampaikan langsung Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Malang, Sri Wahyu Puji Lestari, Senin (15/8/2016) siang.
“Ukuranya adalah sangat miskin, miskin dan rentan miskin. 32 ribu itu data dari Kemensos. Namun untuk kategori sangat miskin, kita rubah menjadi miskin,” paparnya.
Kategori sangat miskin dirubah menjadi miskin karena melalui sejumlah program pemerintah, 32 ribu warga miskin itu mulai meningkat menjadi Miskin.
Wahyu menjelaskan, untuk meningkatkan taraf hidup warga sangat miskin menjadi miskin, Dinsos punya 128 pendamping keluarga harapan (PKH). Menurutnya, jumlah tenaga PKH ini, minimal berijasah Diploma 3.
Seorang PKH bertugas mendampingi keluarga sangat miskin (KSM). “Tugas PKH tiap hari dan laporan setiap bulanya untuk mengawasi keluarga sangat miskin. Jangan sampai anak dari keluarga sangat miskin ini drop out, putus sekolah,” katanya.
Selain itu, upaya pemerintah lainnya dalam menangani keluarga sangat miskin adalah dengan memberikan bantuan langsung kepada ibu hamil, anak pra sekolah, pelajar SD, SMP hingga SMA.
“Seorang pendamping KSM mengawasi administrasi mereka. Karena satu KSM memperoleh anggaran langsung dari Kemensos. Sementara anggaran dari Dinsos bagi pendampingi tertera dalam biaya operasional mereka,” terangnya.
Besaran anggaran bantuan dari pemerintah untuk satu keluarga sangat miskin, tergantung dari komponen mereka. Komponen itu jika dalam satu keluarga terdapat ibu hamil dan anak balita, memperoleh anggaran Rp.1 juta.
Untuk anak SD mendapatkan Rp.450 ribu. Anak SMP dari keluarga sangat miskin mendapatkan Rp.750 ribu. Sementara anak SMA yang masuk keluarga sangat miskin, memperoleh bantuan Rp.1 juta.
Bantuan tersebut diserahkan secara triwulan sebagai dana penunjang bagi KSM. “Kalau dari Diknas kan bantuan untuk iuranya. Sementara Kemensos penunjang seperti untuk beli seragam, sepatu, alat tulis serta uang saku saja,” ungkapnya.





