JAKARTA – Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump dilaporkan akan memaparkan strateginya dalam memerangi terorisme kelompok radikal Islam dalam kampanyenya di Negara Bagian Ohio pekan ini.
Pejabat senior di tim sukses Trump mengatakan, Raja Properti AS itu akan menyampaikan proposal tentang bagaimana memerangi kelompok militan ISIS dan mencegah serangan teror di dalam negeri, termasuk melarang orang-orang yang berasal dari negara yang banyak terorisnya.
Pejabat itu juga menyampaikan, Trump akan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sekutu di Timur Tengah untuk melawan ISIS.
Selain itu Trump akan mengutarakan isi pidato yang menyebut AS akan meninggalkan ambisinya untuk menyebarkan demokrasi di Timur Tengah. Meski hal itu bertentangan dengan sikapnya ketika mendukung Perang Irak pada 2003 silam.
“Kita tidak selama bisa memilih teman, tapi kita tetap harus melawan musuh. Kita akan menjalin kerja sama dengan siapa pun di Timur Tengah yang sepakat dengan kita bahwa ISIS harus dilenyapkan,” ujar penasihat kampanye senior Trump, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Selasa (16/08/16)).
Pada Desember lalu Trump menuai kecaman dari warga muslim AS lantaran melontarkan pernyataan akan melarang seluruh muslim dari mana pun masuk ke AS.
Selain itu pria 70 tahun itu juga pernah mengkritik Presiden Barack Obama dengan mengatakan dia terkait terorisme radikal Islam.
Menurut tim sukses kampanye Trump, pernyataan yang tegas bahwa AS tidak akan mengubah Timur Tengah menjadi negara berbasis demokrasi bisa memperkuat kerja sama dan dukungan negara sekutu di kawasan itu dalam memerangi ISIS.
Meski selama ini Trump tidak pernah menyebut dengan jelas negara mana yang warganya akan dilarang masuk AS, namun dia sudah menyatakan negara-negara dengan aktivitas terorisme paling banyak akan dilarang.





