JAKARTA, KBKNEWS.id – Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon dilaporkan mengalami luka akibat ledakan yang terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse, Jumat (3/4/2026) sore.
Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan bahwa dua dari tiga prajurit yang terluka mengalami kondisi serius. Seluruh korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Ledakan di dalam fasilitas PBB melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius,” ujar Kandice.
Hingga saat ini, penyebab dan asal ledakan tersebut masih belum diketahui. Pihak UNIFIL juga menyampaikan harapan agar seluruh korban dapat segera pulih.
Sementara itu, National Information Office Pusat Informasi PBB di Indonesia, Siska Widyawati, menyebut dua prajurit yang mengalami luka berat kini telah dirujuk ke rumah sakit sipil dan dalam kondisi stabil.
Insiden ini menambah daftar panjang korban dari kontingen TNI di Lebanon dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, seorang prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, gugur pada Minggu (29/3) akibat ledakan proyektil di dekat pos penjagaan di wilayah Lebanon selatan.
Tak lama berselang, dua prajurit TNI lainnya juga dilaporkan meninggal dunia setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan.
Dalam insiden tersebut, dua prajurit lainnya turut mengalami luka-luka.




