Nama Dirjen Djaka Muncul di Kasus Suap Blueray, Purbaya Tunggu Proses Hukum

Menteri Keuangan Purbaya yakin rupiah yag anjlok sampai di atas Rp16.700 prr dollar AS bakal menguat segera menjadi Rp15.000 (foto:CNBC Indonesia)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum akan memberhentikan sementara maupun menonaktifkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Djaka Budi Utama yang namanya muncul dalam kasus dugaan suap bos Blueray Cargo, John Field.

Purbaya mengatakan pemerintah masih menunggu perkembangan proses hukum sebelum mengambil langkah terhadap Djaka. Menurutnya, kemunculan nama seseorang dalam persidangan belum bisa langsung dijadikan dasar penonaktifan jabatan.

“Prosesnya kan baru mulai, namanya baru muncul. Kita lihat sampai jelas seperti apa kasusnya, baru nanti diambil tindakan,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (7/5).

Ia juga mengaku sudah bertemu dengan Djaka setelah namanya disebut dalam persidangan kasus suap tersebut. Purbaya menyebut Djaka akan mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.

Selain itu, Kementerian Keuangan disebut siap memberikan pendampingan hukum apabila Djaka dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan.

Secara terpisah, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan sembari tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Kasus ini bermula dari dakwaan terhadap pimpinan Blueray Cargo, John Field, yang diduga menyuap sejumlah pejabat DJBC dengan total uang mencapai Rp61 miliar serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/5), disebut adanya sejumlah pertemuan dan pemberian uang untuk memuluskan kepentingan bisnis Blueray Cargo.

Beberapa pejabat Bea Cukai yang disebut menerima suap antara lain Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal, Kasubdit Intelijen Sisprian Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Orlando Hamonangan. Mereka akan diproses dalam berkas perkara terpisah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here