JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan siklon tropis Hagupit di Samudra Pasifik yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Siklon tersebut terpantau berada di timur Filipina dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot dan tekanan udara minimum 998 hektopascal.
BMKG menyebut Hagupit kini telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta di Samudra Pasifik utara Papua dan bergerak ke arah barat laut. Meski intensitasnya diperkirakan melemah dalam 48 jam ke depan, sistem ini masih dapat memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.
Prakirawan BMKG Massayu menjelaskan, siklon Hagupit memicu terbentuknya low level jet di Samudra Pasifik timur Filipina serta menciptakan daerah konvergensi dari perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan yang lebih intens.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi sirkulasi siklonik di Laut Natuna Utara, Serawak, dan Selat Kalimantan bagian selatan. Fenomena ini membentuk daerah konvergensi memanjang dari pesisir utara Kalimantan Barat hingga Sulawesi Barat.
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, terutama di Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
BMKG turut mengingatkan potensi hujan disertai petir di Pangkal Pinang dan Banjarmasin. Sementara hujan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Tanjung Pinang, Padang, dan Mamuju.
Adapun wilayah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bandar Lampung diprediksi mengalami cuaca berawan tebal. Sedangkan Denpasar, Mataram, Ternate, dan Jayapura diperkirakan cerah berawan.





