
JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh korban yang sempat dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan dua korban terakhir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga operasi pencarian. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup.
“Seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan, sehingga operasi SAR erupsi Gunung Dukono dinyatakan selesai,” kata Abdul Muhari, Minggu (10/5).
Dua korban terakhir yang ditemukan merupakan warga negara asing berinisial HWQT (30) dan SMBAH (27). Sebelumnya, satu korban perempuan WNI berinisial E juga ditemukan meninggal dunia.
Seluruh jenazah kemudian dievakuasi menuju pos penanganan darurat sebelum dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut.
BNPB menjelaskan pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah tim SAR sebelumnya menandai titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material vulkanik menggunakan koordinat GPS.
Meski demikian, proses evakuasi tetap menghadapi kendala karena korban tertimbun pasir vulkanik dengan kedalaman cukup signifikan. Aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih fluktuatif juga membuat tim SAR harus bekerja dengan penuh kehati-hatian demi keselamatan personel di lapangan.
Sebanyak 98 personel SAR gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Basarnas, BPBD Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimob, PMI, ERT Gosowong, hingga masyarakat setempat.
Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat terdiri dari warga negara Singapura dan warga negara Indonesia.
Dalam operasi pencarian, dua korban selamat juga turut membantu tim SAR dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum erupsi terjadi.




