Sempat Ditahan, Aktivis Brasil Beberkan Kejahatan Israel

KAIRO, KBKNews.id – Thiago Avila, aktivis asal Brasil yang sempat ditahan otoritas Israel, akhirnya tiba kembali di negaranya dengan selamat. Kepulangannya disambut haru oleh para pendukung dan keluarga di bandara Brasil, Senin (11/5/2026).

Namun di balik keselamatan itu, aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) ini membawa kabar duka mendalam setelah mengetahui sang ibu telah meninggal dunia saat dirinya masih berada dalam tahanan.

Kabar kepulangan Thiago dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak pihak memuji keberaniannya setelah ia terlibat dalam aksi kemanusiaan dan menyuarakan kondisi warga Palestina. Tagar dukungan untuk Thiago pun ramai digunakan sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangannya.

Meski telah bebas, Thiago mengaku pengalaman yang ia alami selama penahanan meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Dalam sebuah video kesaksian yang beredar, ia menceritakan bagaimana dirinya menyaksikan perlakuan keras terhadap warga Palestina di fasilitas interogasi yang disebut berada di bawah intelijen internal Israel.

“Tapi yang penting adalah di sisi saya ada orang-orang yang diperlakukan jauh lebih buruk daripada saya,” ujar Thiago dalam kesaksiannya. Ia mengatakan bahwa dirinya memang diperlakukan lebih baik dibanding tahanan Palestina lain yang berada di lokasi yang sama.

Menurut Thiago, di pusat interogasi tersebut ia mendengar langsung suara jeritan dan penyiksaan yang dialami tahanan Palestina hampir setiap hari. Ia menyebut para interogator bahkan menganggap suara penderitaan itu sebagai sesuatu yang biasa.

“Para interogator mengatakan bahwa itu adalah musik, bahwa Anda sedang mendengarkan nyanyian,” kata Thiago. Ia menambahkan bahwa perlakuan terhadap para tahanan dilakukan tanpa rasa hormat sedikit pun terhadap kemanusiaan mereka.

Kesaksian Thiago memicu reaksi luas dari berbagai kalangan aktivis hak asasi manusia internasional. Banyak pihak mendesak adanya investigasi independen terhadap dugaan penyiksaan yang disebut terjadi di pusat interogasi tersebut. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi terkait tuduhan yang disampaikan dalam video itu.

Di sisi lain, suasana kepulangan Thiago ke Brasil juga dipenuhi kesedihan mendalam. Kebebasan yang akhirnya ia rasakan harus dibayar dengan kehilangan sosok ibunda tercinta. Momen itu membuat banyak pendukungnya ikut bersimpati dan menyampaikan doa untuk keluarga Thiago.

“Stay strong Thiago,” tulis banyak pengguna media sosial sambil membagikan potongan video kepulangannya. Dukungan moral terus mengalir sebagai bentuk empati atas perjuangan dan kehilangan yang dialami aktivis tersebut.

Kisah Thiago Avila kini menjadi sorotan internasional, tidak hanya karena pembebasannya, tetapi juga karena kesaksiannya mengenai kondisi para tahanan Palestina. Di tengah suasana duka, ia dinilai tetap berusaha menyuarakan apa yang ia lihat dan alami selama berada dalam tahanan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here