JAKARTA, KBKNEWS.id – Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan fotografer Thoudy Badai, ditangkap tentara Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Keduanya berada dalam rombongan relawan internasional yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga Palestina.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, membenarkan keberadaan dua jurnalis tersebut dalam misi kemanusiaan itu. Ia menyebut keselamatan seluruh relawan, termasuk sembilan warga Indonesia yang ikut dalam rombongan, menjadi perhatian serius.
Republika mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal di perairan internasional. Menurut Andi, sebagaimana dilansir detikcom, aksi tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, dan kebebasan sipil.
Ia menegaskan para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, logistik, dan dukungan moral bagi warga Gaza yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade dan krisis kemanusiaan.
Republika juga menyatakan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan internasional dan menyatakan dukungan penuh kepada para relawan yang terlibat dalam pelayaran tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI turut mengecam pencegatan kapal Global Sumud Flotilla dan menyatakan terus memantau kondisi warga negara Indonesia yang berada dalam rombongan tersebut.





