JAKARTA, KBKNEWS.id – Warga Dusun Pujoraharjo, Desa Banjaran, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, membuktikan semangat gotong royong dengan membangun sumber listrik secara mandiri karena hingga kini wilayah mereka belum terjangkau jaringan PT PLN.
Dusun yang berada di puncak Gunung Bundar itu dihuni 104 kepala keluarga atau sekitar 334 jiwa.
Saat malam tiba, rumah-rumah warga tetap diterangi cahaya dari pembangkit listrik mikrohidro yang memanfaatkan aliran sungai pegunungan serta panel surya yang dipasang secara swadaya.
Listrik tersebut digunakan untuk penerangan, mengisi daya telepon seluler, hingga menunjang aktivitas belajar anak-anak.
Salah seorang warga, Turyanto, mengatakan kebutuhan listrik semakin penting seiring perkembangan teknologi.
Keinginan membangun pembangkit listrik muncul setelah warga mengetahui kampung tetangga berhasil mengembangkan turbin mikrohidro secara mandiri.
Berbekal pengalaman itu, warga Pujoraharjo belajar dan akhirnya membangun turbin mikrohidro pertama pada 2012.
Kini terdapat empat turbin yang dibangun secara gotong royong dan masing-masing mampu melayani sekitar 11 hingga 15 kepala keluarga, meski kapasitas listriknya masih terbatas.
Menurut Turyanto, pembangunan satu turbin membutuhkan biaya sekitar Rp20 juta yang dikumpulkan melalui patungan warga.
Upaya tersebut menjadi bukti kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik sambil menunggu hadirnya jaringan listrik negara di wilayah mereka.





