JAKARTA, KBKNEWS.id — Kumandang takbir Iduladha 1447 Hijriah menggema di Dusun Merak, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (27/5/2026).
Di tengah kondisi wilayah yang terpencil dan akses jalan yang ekstrem, warga menyambut hangat kedatangan tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa yang membawa amanah kurban untuk masyarakat pelosok.
Dusun Merak berada di ujung timur Pulau Jawa dan menjadi bagian dari kawasan Taman Nasional Baluran. Wilayah ini dikelilingi hutan sabana serta habitat satwa liar seperti monyet, rusa, dan burung hutan.
Untuk mencapai lokasi, tim Dompet Dhuafa harus menempuh perjalanan darat sekitar dua jam melewati jalur tanah berbatu dan berdebu.
Salah satu tim Dompet Dhuafa, Miftahul Pakihupiddin, mengungkapkan medan perjalanan menuju dusun tersebut cukup menegangkan, terutama saat malam hari.
“Bayangkan kita ke sini tiba di malam hari di tengah satwa-satwa penghuni Taman Nasional,” ujar Pakih.
Minimnya penerangan di tengah kawasan Baluran membuat perjalanan distribusi kurban penuh tantangan.
Namun perjuangan tersebut terbayar dengan antusiasme warga yang menyambut pelaksanaan kurban tahun ini.
Sebanyak 44 ekor hewan kurban setara doka berhasil disalurkan untuk masyarakat Dusun Merak. Penyembelihan dilakukan sejak pagi usai Salat Id dan melibatkan warga serta relawan yang datang dari Asembagus.
“Kemarin 44 ekor kambing itu kami dibantu oleh warga bahkan tenaga relawan dari Asembagus. Mereka rela datang jauh-jauh untuk membantu pemotongan, pencacahan, dan pendistribusian,” kata Pakih.
Proses distribusi berlangsung hingga malam hari karena jarak antarpemukiman cukup jauh dan medan jalan rusak. Daging kurban diantarkan menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki menembus gelapnya kawasan Baluran.
Sebanyak 266 kepala keluarga di Dusun Merak menerima daging kurban secara merata. Warga setempat mengaku bersyukur karena dapat menikmati daging kurban yang tidak selalu mereka rasakan setiap tahun.
“Semua sama rata. Karena semua masyarakat Merak, masyarakat yang seperjuangan,” ujar salah seorang warga, Pak Abas.
Daging kurban yang dibagikan berasal dari amanah berbagai mitra Dompet Dhuafa, di antaranya Masjid Jenderal Sudirman, HMNS, KMIB Jerman, HUMIA TRUST, dan The Federation Of Islamic Associations Of New Zealand.
Menurut Pakih, bantuan kurban tersebut menjadi berkah bagi warga pelosok yang jarang menikmati protein hewani.
“Berkat amanah mitra-mitra kebaikan Dompet Dhuafa, warga Dusun Merak ini bisa menikmati hidangan yang mungkin hanya satu tahun sekali mereka rasakan,” tuturnya.
Pak Abas berharap Dompet Dhuafa terus hadir membantu masyarakat pelosok, tidak hanya melalui distribusi kurban, tetapi juga pendampingan sosial dan kemasyarakatan lainnya.
“Harapan kami, Dompet Dhuafa tetap langgeng, tetap jaya, tetap eksis, dan tetap bisa membantu masyarakat di sini,” pungkasnya.





