DPR: Pelemahan Rupiah Bisa Dongkrak Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia

JAKARTA, KBKNEWS.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dinilai dapat menjadi peluang bagi sektor pariwisata Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus mendongkrak penerimaan devisa negara.

Menurut Chusnunia, sejumlah data menunjukkan adanya tren peningkatan kunjungan wisatawan dari negara-negara tetangga maupun kawasan Asia dalam beberapa bulan terakhir.

Ia menilai sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap devisa nasional di tengah kondisi nilai tukar saat ini.

“Pelemahan kurs rupiah membuat biaya berwisata di Indonesia relatif lebih murah bagi wisatawan asing, terutama yang menggunakan dolar AS atau mata uang kuat lainnya,” kata Chusnunia di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, nilai tukar yang menguntungkan wisatawan asing tidak hanya berdampak pada sektor perhotelan dan maskapai penerbangan, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama selama berada di Indonesia. Dengan daya beli yang lebih besar, wisatawan asing diperkirakan akan meningkatkan pengeluaran untuk akomodasi, kuliner, hiburan hingga produk lokal.

“Ketika wisatawan asing memiliki daya beli lebih besar akibat kurs yang menguntungkan, pengeluaran mereka untuk akomodasi, kuliner, hiburan hingga produk lokal cenderung meningkat,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan belanja wisatawan berpotensi mendongkrak devisa sektor pariwisata sekaligus menggerakkan berbagai sektor pendukung, seperti restoran, transportasi lokal, pusat oleh-oleh, pelaku ekonomi kreatif hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kondisi tersebut juga dinilai memberikan manfaat bagi daerah yang bergantung pada sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.

Meski demikian, Chusnunia mengingatkan pelemahan rupiah juga membawa tantangan bagi pelaku usaha yang masih bergantung pada barang impor. Kenaikan biaya operasional berpotensi terjadi pada kebutuhan seperti makanan premium, minuman impor hingga perlengkapan hotel tertentu.

Karena itu, ia berharap nilai tukar rupiah dapat kembali menguat agar perekonomian nasional semakin membaik dan pertumbuhan sektor pariwisata berlangsung secara berkelanjutan.

“Dalam situasi sekarang, seluruh pelaku industri pariwisata harus tetap optimistis melihat peluang yang muncul di tengah berbagai tantangan global. Kita harus bergandeng tangan untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata nasional,” kata Chusnunia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here