
SOLOK (KBK) —Rasa bahagia dan antusias menghiasi wajah 100 murid SDN 08 Muaro Pingai Kec. Junjung Sirih, Kab. Solok, menanti guru muda yang akan mendatangi sekolah mereka pada Sabtu (13/8/2016) pagi.
Para guru muda ini adalah 17 Guru Hebat yang didampingi Fasilitator program School of Master Teacher (SMT) Dompet Dhuafa di Kab. Solok. SMT Solok merupakan gelaran ke V di Sumatera Barat setelah sukses dilaksanakan di Padang, Payakumbuh, Dharmasraya, dan Tanah Datar, dalam rangka memfasilitasi guru-guru di Sumatera Barat menjadi Tenaga Pendidik inovatif dan kreatif.
Agenda kali ini diadakan dalam bentuk motivasi dan pelaksanaan outbond untuk para murid SD setempat. Kegiatan ini adalah sebuah bentuk program “Proyek Sosial” yang diangkatkan oleh para Guru peserta SMT untuk bisa berbagi ilmu dan keceriaan di bidang pendidikan, khususnya para murid sekolah dasar.
Diawali dengan pembukaan secara resmi oleh Kepala Sekolah setempat, bapak Erison, S.Pd pada jam 08.00 WIB, maka program Proyek Sosial yang bertemakan “Motivasi Ceria Anak Bangsa” dimulai dan dinyatakan ‘siap dieksekusi’ oleh para guru SMT yang bertindak langsung sebagai panitia sekaligus pengisi acara.
“Kegiatan yang dikomandoi oleh Bapak Yalhendra Sunata, S.Pd ini dibagi dalam dua bentuk kegiatan. Pertama kegiatan motivasi untuk para siswa, yang diisi oleh Bu Magrina Taurusia, S.Pd, Bu Bartini Muspaleli, S.Pd, Bu Tryas Wardani Nurwan, S.IP, dan beberapa guru lainnya,” lapor Fasilitator SMT Sumatera Barat, Rizki Ikhwan pada Kamis (18/8).
Sementara kegiatan kedua yaitu berupa outbond yang bertempat di halaman sekolah yang di pandu oleh Pak Budiharto, S.Pd.I, dan beberapa orang bapak dan ibu guru lainnya. Kegiatan motivasi ini lebih berbicara pada bagaimana mengarahkan siswa untuk selalu semangat dan rajin belajar dalam menggapai cita-cita mereka, serta selalu dibarengi dengan ibadah dan juga hormat kepada orang tua serta guru mereka.
“Kegiatan outbond diadakan dengan tujuan untuk melatih psikomotorik mereka, mengasah kekompakan team, leadership, serta mengasah ketangkasan dan memecahkan suatu persoalan yang dituangkan dalam bentuk permainan berkelompok. Kelompok siswa ini berjumlah 10 kelompok yang masing-masingnya berisikan anggota 8-10 orang siswa. Ditiap kelompok nantinya akan dipandu oleh satu atau dua orang guru SMT. Permainan outbond yang diberikan berjumlah 5-7 permainan, seperti permainan buldozer, memasukkan pulpen ke botol pakai tali dan beberapa permainan lainnya,” lanjut Rizki.
Kegiatan ini cukup menarik perhatian siswa dan membuat mereka kembali semangat dan termotivasi dalam belajar.
“Kegiatan ini sangat positif sekali, dan Kami berharap sekolah Kami bisa selalu didatangi oleh pihak SMT untuk mengangkatkan berbagai kegiatan lainnya”, tutur Pak Erison, selaku kepala sekolah setempat.
Sementara dikesempatan lain, Pak Yalhendra berujar, “Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan diharapkan semua Guru selalu kompak dan memberikan yang terbaik untuk para siswa.”(rizki/nisa)




