JAKARTA – Matahari baru saja memancarkan cahayanya, pagi itu Suharto terlihat bersemangat menjemput rezeki. Di kamar kosnya yang terlihat semerawut ukuran 2,5 X 3 meter Suharto mulai merapihkan diri, ditemani sang istri Suharto lahap menyantap nasi putih telor ceplok, menu sarapan andalannya.
Wajahnya yang mulai mengeriput tak menjadikan penghalang bagi bapak tiga anak itu untuk mendapatkan lembaran rupiah dengan menyusuri tiap jengkal jalanan kota Surabaya, Jawa Timur bersama becaknya.
Sebelum menarik becak tak lupa Suharto harus mengganjal perutnya menggunakan balok yang diikatkan karet, agar tak nyeri akibat hernia yang ia derita. Namun siapa sangka pria berusia 65 tahun itu merupakan mantan atlet balap sepeda nasional yang telah berhasil memboyong medali emas dan perak dari pelbagai kejuaraan Nasional dan Internasional.
Ingatannya masih jelas ketika dirinya berhasil merebut medali emas balap sepeda nomor tim time trail jarak 100 kilometer pada Sea Games 1979 di Malaysia. Sesekali Suharto kerap mengenang masa-masa itu sambil mengeluarkan album usangnya yang memuat lembaran foto ketika dirinya berhasil menyabet juara.
Kondisi ekonomi yang sulit pada tahun 1981 membuat dirinya harus gantung sepeda. Guna menyambung hidup ia memilih jadi tukang becak hingga kini. Becak yang dikayuh Suharto setiap harinya itu juga bukan milik sendiri, ia harus menyewa becak milik tetangga Rp 5 ribu per hari.
Dalam sehari rata-rata Suharto dapat Rp 50 ribu. Uang tersebut diakui Suharto hanya cukup untuk makan keluarga dan jika ada sisa ditabung untuk sewa kamar kos. Hidup ditengah keterbatasan tak membuat dirinya menyesal, ia merasa bersyukur karena bisa mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.
“Untuk mendapatkan prestasi itu tak mudah, dibutuhkan semangat dan dukungan dari pihak terkait,” kata Suharto sambil duduk diatas becaknya seperti di kutip CNN Indonesia (19/08/16).
Suharto berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan jaminan hidup untuk mantan atlet agar bisa meningkatkan generasi muda dalam meraih prestasi dibidang keolahragaan. Semoga kayuhan becak Suharto dapat mengantarkan harapan itu menjadi kenyataan.





