
JAKARTA – (KBKNEWS) – 25/6 – MILITER Taiwan menggelar latihan “Kesiapan Tempur Instan” selama lima hari pekan ini seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan dari pasukan China daratan.
Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo menyatakan, militer perlu menguji kemampuannya dalam merespons situasi perang secara instan.
Saat ini, militer Taiwan mulai memformulasikan sejumlah skenario latihannya terhadap kemungkinan bila China tiba-tiba mengubah latihan rutin di sekitar pulau menjadi serangan nyata.
Langkah ini juga dipicu oleh aktivitas militer China yang hampir setiap hari beroperasi di sekitar Taiwan.
Menurut catatan, kubu nasionalis Kuomintang pimpian Chiang-kai Shek yang terdesak oleh kekuatan kelompok komunis Tiongkok menyingkir ke Taiwan pada 1949 dan membentuk pemerintahan sendiri.
Namun China sampai hari ini menganggap Taiwan masih bagian dari wilayahnya, dan di berbagai keempatan, pemimpin China menyatakan akan merebut kembali pulau tersebut.
Bahkan, kapal induk terbaru milik China dilaporkan berlayar melewati Selat Taiwan pada Selasa (23/6).
“Latihan ini bertujuan meningkatkan kecepatan yang kami yakini penting untuk mengubah status dari kondisi damai ke kondisi perang,” ujar Koo kepada wartawan di parlemen, Rabu (24/6).
“Melihat potensi ancaman musuh, kami meyakini waktu peringatan makin pendek, sehngga kami perlu memverifikasi cara merespons secepatnya segera,” tambahnya, sebagaimana dilansir Reuters.
Respons China
Sebaliknya, Pemerintah China merespons keras latihan militer yang digelar oleh Taipei.
Jubir Kantor Urusan Taiwan di Beijing, Zhang Han, menilai latihan tersebut justru menunjukkan niat buruk dari partai berkuasa di Taiwan.
“Di hadapan tentara rakyat yang kuat, sikap otoritas DPP (Partai Progresif Demokratif) sama sekali tidak berguna; hal itu hanya akan membahayakan serta menghancurkan Taiwan, dan membawa kehancuran bagi mereka sendiri,” tegas Zhang, Rabu (24/6).
Zhang kembali menegaskan bahwa Beijing tetap bersedia melakukan upaya terbesar demi mencapai reunifikasi damai. Meski demikian, opsi militer tetap terbuka lebar.
“Namun, kami tidak akan pernah berjanji untuk melepaskan penggunaan kekuatan, dan kami tidak akan pernah memberikan ruang bagi aktivitas separatis Taiwan dalam bentuk apa pun,” lanjutnya.
Sebagai catatan, China terakhir kali menggelar latihan perang skala penuh di sekitar Taiwan pada akhir Desember 2025.
Selain latihan kesiapsiagaan tempur pekan ini, Taiwan juga rutin menggelar latihan militer lainnya.
Pada awal bulan ini, Taiwan sempat menembakkan sistem roket HIMARS baru buatan AS ke Selat Taiwan.
Sementara itu, latihan militer tahunan utama mereka, Han Kuang, dijadwalkan akan berlangsung pada Agustus mendatang. (Reuters/kompas.com/ns)




