
JAKARTA, – (KBKNEWS) – JAKARTA – 22/6 – PUTARAN pertama pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai penghentian perang di Timur Tengah yang dimediasi Pakistan dan Qatar rampung, Minggu (21/6).
Pembicaraan di Burgenstock, Swiss yang dimediasi Pakistan dan Qatar sejak Minggu lalu tersebut (21/6) sempat tertunda.
Dialog damai membuka jendela gencatan senjata 60 hari di mana Nota Kesepahamannya yang memuat 14 poin ditandatangani di Istana Versailles, Perancis, Rabu (176) lalu.
“Sesi pertama adalah pembicaraan tingkat tinggi dalam kerangka MoU Islamabad yang diikuti perwakilan AS dan Iran serta kedua negara mediator, telah selesai, ” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut, dikutip dari AFP, Senin (22/6).
Putaran pertama pembicaraan ini sempat diwarnai aksi walk out delegasi Iran, usai menerima ancaman dari Presiden AS Donald Trump.
Presiden Trump mengancam akan menyerang Iran lagi jauh lebih keras jika Teheran masih terus mendukung proksinya di Lebanon (HIzbullah).
Namun, pembicaraan kembali berlanjut hingga larut malam dan menghasilan tiga poin kesepakatan sebagai berikut.
1. Peta jalan menuju kesepakatan final Dalam pembicaraan itu: AS dan Iran menyetujui peta jalan menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang dalam waktu 60 hari.
“Komite Tingkat Tinggi telah menyepakati peta jalan menuju tercapainya kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, meletakkan dasar untuk dimulainya pembicaraan teknis lebih lanjut secara segera,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
2. AS dan Iran sepakat untuk membangun jalur komunikasi guna menghindari insiden di Selat Hormuz. “Jalur komunikasi antara kedua pihak telah dibentuk untuk menghindari insiden dan salah paham dengan tujuan memastikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz,” bunyi pernyataan itu.
3. Dalam Putaran pertama pembicaraan itu juga dibahas tentang konflik di Lebanon. Kedua negara telah sepakat untuk membentuk unit khusus bersama Lebanon guna menghentikan operasi militer.
“Para pihak sepakat untuk membentuk sebuah unit dekonflikasi, yang terdiri dari para pihak, Lebanon, dan difasilitasi oleh para mediator, untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon,” tambah pernyataan itu.
Delegasi Iran: Menlu Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, sedangkan delegasi AS dipimpin oleh Wapres JD Vance, delegasi Pakistan PM Shebaz Sharif dan delegasi Qatar dipimpin langsung oleh PM Sheik Mohammed bin Adulrahman al Tani.
Pertemuan segi empat antara AS, Iran, Pakistan, dan Qatar berlangsung di kompleks hotel mewah Burgenstock di kawasan Danau Lucerne, Swiss, pada 21 Juni 2026.
Pemerintah AS menyatakan optimisme yang tinggi terkait negosiasi damai Ronde Kedua yang juga akan digelar di Pakistan, bahkan Presiden Trump menyebut indikasi waktu yang lebih spesifik yakni dalam dua hari mendatang. (AFP/ns)




