Presiden Putin Akui, Negerinya Kekurangan BBM

Asap membumbung tinggi saat depo minyak Rusia di Krasnodar terbakar hebat diserang drone-drone Ukraina beberapa bulan lalu. Ukraina terus mengincar fasilitas energi lawannya. (foto: Kriv Post)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 29/6 – PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengakui, negaranya saat ini mengalami “kekurangan” bahan bakar, setelah serangan berulang drone-droneĀ  Ukraina beberapa bulan terakhir ini.

“Mengenai serangan terhadap infrastruktur penting, khususnya fasilitas energi, tentu saja menimbulkan masalah. Itu jelas. Kami kekurangan energi tertentu, namun tidak kritis,” ujarnya seperti dikutip AFP (29/6).

Pihak Ukraina sendiri, seperti dilaporkan CNN, menyebut serangan itu sebagai “pembalasan setimpal ” terhadap invasi Rusia sejak 28 Feb. 2022 yang menyasar warga sipil dan infrastruktur energi di wilayahnya.

Sementara itu, Putin mengatakan tugas utama Rusia sekarang adalah meningkatkan kapasitas pertahanan anti-pesawat dan memastikan pasokan bahan bakar, khususnya ke Krimea.

Dalam wawancara itu, Putin juga mengaku berharap tim negosiator Amerika Serikat datang ke Moskow untuk membahas akhir perang dengan Ukraina, setelah negara itu tidak lagi terlalu sibuk dengan Iran dan konflik Timur Tengah.

“Kami berharap, setelah semua peristiwa berakhir, setelah fase aktif konflik Iran berlalu, kami akan menanti kehadiran perwakilan AS yang telah berulang kali kami temui di Moskow,” ungkap Putin seraya menambahan, pihaknya siap melanjutkan negosiasi.

Pekan lalu, otoritas di Krimea yang dianeksasi Rusia mengumumkan situasi darurat terkait kekurangan BBM dan pemadaman listrik, yang dipicu oleh serangan Ukraina terhadap rantai logistik dan fasilitas minyak.

Rusia menganeksasi wilayah Krimea dari Ukraina pada 2014, sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar negara.

Pekan lalu, serangan Ukraina menyebabkan kebakaran besar di sebuah kilang minyak di tenggara Moskow, hingga menyelimuti pinggiran ibu kota dengan kepulan asap hitam tebal.

Serangan ke dua kilang Rusia
Ukraina melancarkan serangan drone terhadap dua kilang minyak Rusia di wilayah Krasnodar dan Yaroslavl, Minggu (28/6) dini hari waktu setempat.

Serangan ini menjadi bagian dari upaya Kyiv untuk melemahkan kemampuan logistik dan pasokan bahan bakar Moskow dalam perang yang masih berlangsung.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk mengurangi kapasitas Rusia dalam membiayai dan menjalankan invasi.

“Kami terus melaksanakan operasi yang melemahkan kemampuan Rusia untuk melanjutkan perang ini,” tulis Zelensky melalui media sosial dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan, dua fasilitas yang menjadi sasaran berada sekitar 300 kilometer dan 700 kilometer dari wilayah Ukraina, menunjukkan jangkauan armada drone Kyiv yang semakin luas.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina semakin intensif menyerang infrastruktur energi Rusia sehingga memicu gangguan distribusi BBM di sejumlah wilayah Rusia, termasuk kelangkaan bensin, antrean panjang di SPBU, hingga pembatasan penjualan.

Pemerintah Rusia mengonfirmasi salah satu serangan terjadi di kilang minyak Slavyansk-na-Kubani, wilayah Krasnodar.

Gubernur Krasnodar Veniamin Kondratiev mengatakan kebakaran besar terjadi di kompleks kilang setelah serangan drone, menewaskan seorang warga, dan satu orang lainnya terluka di desa dekat lokasi.

Sejumlah video yang beredar di medsos , meski belum dapat diverifikasi secara independen, memperlihatkan kobaran api besar membumbung tinggi dari area kilang.

Invasi militer raksasa Rusia ke negara tetangganya, Ukraina pada 28 Feb. 2022 sudah berlangsung empat tahun empat bulan telah menewaskan puluhan ribu personil kedua belah pihak, namun belum tampak tanda-tanda mereda apalagi stop. (CNNI/AFP/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here