
JAKARTA – KBKNEWS – 27/6 – PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memerintahkan angkatan udaranya menyerang Iran yang dianggapnya melanggar gencatan senjata di Selat Hormuz.
AS dengan Iran disebut telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia.
Komando Pusat AS sperti dilaporkan Reuters, Sabtu (27/6) menyebutkan, pesawat-pesawatnya telah menyerang sejumlah situs penyimpanan rudal dan drone Iran serta radar pantai,Kamis (25/6) waktu setempat.
AS dan Iran sudah meneken kesepakatan gencatan senjata di Istana Versailles, 17 Juni lalu dan memulai perundingan tahap pertama antara wakil kedua negara yang berseteru itu, di Burgenstock, Swiss, 21 Juni.
“Serangan tak beralasan Iran terhadap pelayaran komersial jelas melanggar gencatan senjata. Tindakan Iran berbahaya dan telah merusak kebebasan navigasi di koridor perdagangan internasional yang vital itu,” kata Komando Pusat AS (Centcom) dikutip CNBC, Sabtu (27/6).
Padahal, tepat seminggu yang lalu Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman bertujuan untuk berdamai danmengakhiri perang antara kedua negara.
Sementara, Trump ditanya oleh seorang reporter di Gedung Putih terkait konsekuensi bagi Iran karena melanggar gencatan senjata. Trump memberikan jawaban tersirat bahwa akan ada konsekuensi besar bagi Iran. “Anda akan mengetahuinya,” ucap Trump.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran membantah negaranya menyerang lebih dulu dan melanggar kesepakatan. Sebaliknya Ia menuduh, AS yang telah melanggar gencatan senjata dan sengaja menuduh Iran melakukan pelanggaran.
“Menyusul pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis di Lebanon selatan, beberapa jam yang lalu, rezim AS yang melanggar perjanjian, seperti biasa, melanggar komitmennya dan, dengan berbagai dalih, menyerang pantai Republik Islam Iran dengan serangan udara karena lewatnya kapal yang melanggar melalui jalur yang tidak sah di Selat Hormuz,” tuturnya.
Di tengah gencatan senjata yang disepakati AS dan Iran, agaknya pelanggaran-pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan sekedar “gimmick-gimmick” untuk menaikkan pamor masing-masing. (Reuters/CNBC/Kompas.com/ns)




