
JAKARTA – (KBKNEWS) – 1/7 NILAI tukar rupiah berada di level Rp17.965 per dolar AS pada perdagangan Rabu (1/7) pagi, melemah 58 poin atau 0,32 persen dibandingkan perdagangan pada hari sebelumnya sebesar Rp 17.907.
Pelemahan rupiah sejalan dengan tren pelemahan mayoritas mata uang di Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS.
Yuan China turun 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,13 persen, peso Filipina terdepresiasi 0,43 persen, yen Jepang turun 0,08 persen, won Korea Selatan melemah 0,63 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,09 persen, serta dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Tekanan juga dialami mata uang utama negara maju. Euro turun 0,16 persen, poundsterling Inggris melemah 0,17 persen, dolar Australia terkoreksi 0,17 persen, dolar Kanada turun 0,16 persen, dan franc Swiss melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.
Sementara analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong seperti dilansir CNNI (1/7) mengatakan, rupiah masih berpotensi melemah seiring penguatan dolar AS setelah data lowongan pekerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan pasar dirilis.
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data lowongan pekerjaan AS (JOLTS) tercatat lebih kuat dari perkiraan. Namun, pelemahan agaknya terbatas karena investor masih menantikan data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang akan dirilis siang ini,” ujar Lukman kepada CNN.com.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
IHSG menguat
Sementara itu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (1/7). Indeks saham naik 45,6 poin atau 0,81 persen ke level 5.688,8.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.08 WIB, IHSG dibuka di level 5.640. Pada awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.705 dan level terendah 5.638.
Sebanyak 327 saham menguat, 156 saham melemah dan 180 saham tidak berubah. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.002,6 triliun.
Volume perdagangan mencapai 1,53 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,07 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 130.157 kali.
Investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp1,04 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, investor asing membukukan jual bersih Rp1,21 triliun, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai tercatat jual bersih Rp162,55 miliar.
Berdasarkan volume perdagangan sebanyak 22,7 miliar saham, investor domestik mendominasi dengan porsi 72,59 persen. Sementara investor asing berkontribusi 27,41 persen.
Dari sisi nilai transaksi sebesar Rp15,3 triliun, investor domestik menyumbang 49,21 persen. Adapun investor asing berkontribusi 50,79 persen.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.623.526 kali transaksi. Investor domestik mendominasi dengan porsi 76,59 persen, sedangkan investor asing berkontribusi 23,41 persen.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini, meski terdapat skenario yang membuka peluang perubahan arah tren.
“Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi terkoreksi ke kisaran 5.472-5.540. Namun kami juga mencermati adanya peluang terbentuknya fase awal penguatan jika skenario alternatif mulai berjalan,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.486, 5.317 dan resistance 6.007, 6.286 hari ini dan merekomendasikan a.l saham AADI, DSSA, ELSA, dan RAJA.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih berada dalam tekanan setelah menembus level support 5.722 pada perdagangan sebelumnya.
“IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 5.472. Meski begitu, peluang reboundterbatas masih terbuka selama pergerakannya tetap berada di bawah 5.942,” ujar Ivan.
Ia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 5.722, 5.472, dan 5.314 dan resistance 6.045, 6.171, 6.377, 6.545, dan 6.835 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADRO, ANTM, BBNI, EMTK, dan INCO.
Situasi global yang belum menentu, maraknya aksi-aksi unjukrasa dan ancaman El Super Nino yang berisiko pada kelangkaan pangan seharusnya membuat semua pihak yang berkompeten mengantisipasi dan mengambil tindakan mitigasi. (CNNI/ns)




