
JAKARTA – KBKNEWS – 28/6 – PRESIDEN RI Prabowo Subianto menargetkan pemangkasan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.077 perusahaan aat ini menjadi 250 perusahaan bakal dirampungkan dalam tahun ini.
Hal itu, menurut presiden, dilakukan, dalam upaya membuat perusahaan BUMN di Indonesia bekerja lebih efisien dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
“Saya minta dalam tahun ini sudah harus selesai. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” kata Prabowo dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri di Jakarta, Minggu (28/6).
Prabowo pun mengaku di bawah kepemimpinannya, khususnya usai didirikannya BPI Danantara, kini perusahaan BUMN mulai meraup laba.
Presiden juga menyentil sejumlah BUMN yang selama ini tidak meraup laba. “Lewat Danantara akan saya tertibkan, ” tandasnya seraya menambahkan, dari seribu lebih BUMN, sekarang sudah lebih dari 200 perusahaan yang ditutup. Jadi di bawah kepemimpinanya, Prabowo menyatakan akan menutup seluruhnya lebih dari 750-an perusahaan BUMN.
Ia menekankan bahwa BUMN harus bekerja demi kemaslahatan bangsa dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
“Bayangkan (dengan 750 BUMN-red). Ada 750 Dirut, 750 Direksi dkali empat atau 5, belum lagi jumlah Komisaris kali 10. Overhead-nya dan remunerasinya seperti apa, saudara-saudara. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, tapi terus bayar overhead,” ujarnya.
Sebelumnya, Danantara telah mengkonsolidasikan 258 BUMN. Dalam waktu dekat, super holding perusahaan pelat merah ini menargetkan 300 BUMN bakal dikonsolidasikan lebih lanjut sebagai bagian dari transformasi.
Hal tersebut dilaporkan Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (21/6).
Ada 1.077 entitas BUMN
Sementara itu menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat ini.
Teddy menjelaskan transformasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola BUMN, hingga mengurangi beban negara.
Ia pun menyebut pengelolaan aset negara perlu dilakukan lebih baik untuk menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” terangnya.
BUMN seyogianya memang dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar-besarnya, bukan untuk mengakomodasi kepentingan parpol, atau memperkaya direksinya, apalagi kalau dijadikan bancakan, habis dikorupsi. (ns)




