Mojtaba Khamenei Tak Tampak pada Pemakaman Ayahnya

Ratusan ribu pelayat hadir saat jenasah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dsemayamkan di Grand Mosalla, Teheran, Sabtu dan Minggu (4 dan 5 Juli). (foto Ahlulbait Indonesia)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 5/7 – TIGA putera pemimpin tertinggi Iran mendiang Ayatollah Ali Khamenei yakni Masoud, Meysam dan Mostafa tampak hadir dalam acara pemakaman mendiang ayahnya, Minggu (5/7).

Seperti dilaporkan Al-Jazeera (5/7), Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Ahmad Vahidi yang belum pernah muncul sejak perang 28 Feb. juga hadir.

Mojtaba Khamenei yang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran tak hadir karena risiko keamanan dan di tengah ancaman Israel untuk membunuhnya.

Hari kedua upacara pemakaman Ali Khamenei yang telah menarik banyak orang untuk memberikan penghormatan terakhir di Teheran.

Upacara hari kedua ini dipimpin oleh ulama Syiah terkemuka Ja’far Sobhani, cendekiawan berusia 97 tahun yang mengajar di di kota suci Qom.

Hari Minggu dinyatakan sebagai hari libur nasional di seluruh Iran. Jenazah Khamenei hari ini akan dipindahkan dari kompleks Grand Mosalla, Teheran sebagai persiapan prosesi melalui ibu kota pada Senin (6/7).

Kompleks keagamaan yang luas dan jalan-jalan di sekitarnya dipenuhi oleh para pelayat pada Minggu pagi.

Dengan suhu yang diperkirakan melebihi 35 derajat Celcius, para pelayat yang membawa bendera Iran dan potret Khamenei, saat mereka menuju Grand Mosalla, diberi minuman penyegar.

Presiden Masoud Pezeshkian menghadiri upacara tersebut bersama para pejabat senior termasuk ketua parlemen dan kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, seperti yang ditayangkan dalam rekaman televisi pemerintah.

Peti mati Khamenei, yang diselimuti bendera Iran dan dihiasi sorban hitamnya, diletakkan di samping peti mati empat kerabatnya yang juga tewas dalam serangan Februari lalu, termasuk seorang cucu perempuan yang masih bayi.

Pihak berwenang mengatakan mereka memperkirakan lebih dari 10 juta orang akan ikut serta dalam upacara di Teheran.

Kerumunan pelayat mengibarkan bendera merah saat menghadiri pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Musalla Besar Teheran, Iran, Sabtu (4/7).
Perwakilan kelompok yang didukung Teheran, Hizbullah dan Hamas turut menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, Sabtu (4/7).

Ratusan ribu pelayat di Grand Mosalla
Ribuan warga Iran berkumpul di kompleks masjid agung Grand Mosalla, Teheran, Sabtu (4/7), untuk memulai rangkaian upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Rangkaian prosesi penghormatan terakhir ini direncanakan bakal berlangsung selama hampir sepekan.

Berdasarkan laporan koresponden AFP, para pelayat memadati kompleks dengan mengenakan pakaian hitam.

Mereka mengibarkan bendera merah, yang dalam tradisi masyarakat setempat disimbolkan sebagai seruan untuk pembalasan dan keadilan.

Seorang pelayat membawa potret mendiang Ayatollah Ali Khamenei saat menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu di Grand Mosalla, Teheran,

Di dalam kompleks Grand Mosalla yang luas, ribuan pelayat pria dan wanita dipisahkan secara ketat berdasarkan jenis kelamin.

Di bawah potret raksasa mendiang pemimpin mereka, para warga memukul dada sebagai tanda duka cita yang mendalam.

Guna mengantisipasi suhu udara di Teheran yang diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius selama beberapa hari ke depan, petugas menyemprotkan kabut air untuk menjaga para pelayat tetap sejuk.

Peti mati Ali Khamenei ditempatkan di bagian depan atas panggung tinggi dengan sorban hitam di atasnya.

Selain peti sang pemimpin tertinggi, terdapat empat peti mati anggota keluarga lainnya yang meninggal dalam insiden sama.

Otoritas Iran memperkirakan upacara pemakaman ini akan memobilisasi massa hingga lebih dari 10 juta orang di ibu kota saja.

Teheran lebih tenang
Meski demikian, situasi Teheran sebelum upacara dimulai justru terpantau lebih tenang dari biasanya.

Sejumlah jalan protokol terbebas dari kemacetan parah yang biasa terjadi. Berbicara kepada AFP di Paris, beberapa penduduk mengaku sengaja memilih meninggalkan kota selama upacara berlangsung.

Para pelayat berkumpul di sekitar peti mati mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menjelang pemakamannya di Imam Khomeini Husseiniyeh atau Grand Mosalla di Teheran, 3 Juli 2026.

Wafatnya Khamenei meninggalkan kesedihan mendalam bagi para pendukung Republik Islam Iran.

Kesedihan tersebut salah satunya diungkapkan oleh Mohammad Mirsalehi (38), ulama setempat. “Pemimpin itu adalah ayah bagi kita semua. Dengan kepergiannya, kita semua kehilangan orangtua… Tidak ada yang seperti dia. Dia benar-benar khas dan tak tertandingi,” ujar Mirsalehi.

Nada serupa juga diserukan oleh generasi muda Iran yang menuntut keadilan atas kematian pemimpin mereka.

Setelah disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran 3 sampai 5 Juli, jenasah Ali Khamenei akan dibwa dengan iring-iringan kendaraan ke kota Qom, 120 Km dari Teheran, dan pada 8 Juli jenasah dijadwalkan tiba di Bandara Nazaf, Irak, lalu proses berlanjut ke kota Karbala, Irak, lalu dilanjutkan dengan prosesi terakhir yakni acara pemakaman di kompleks pemakaman Imam Reza di kota kelahirannya, Mashhad, Iran, Kamis 9 Juli.                         (Al-Jazeera/AFP/Kompas.com/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here